MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan 33 unit bus perintis gratis khusus pelajar yang akan melayani lima kabupaten. Program tersebut ditujukan untuk membantu pelajar di wilayah terpencil yang kesulitan mendapatkan akses transportasi menuju sekolah.
Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan program bus perintis tersebut akan diluncurkan paling cepat pekan depan di Kabupaten Asahan.
"Layanan bus ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas masyarakat di wilayah terpencil, tertinggal, terluar, dan perbatasan (3TP), sekaligus memberikan akses transportasi gratis bagi pelajar," kata Yuda, Senin (28/9/2026).
Baca Juga: Buntut OTT Suap Internet Rp 175 Juta, Keponakan Wali Kota Tebing Tinggi Dituntut 2 Tahun Penjara Lima kabupaten yang menjadi penerima program tahap awal tersebut yakni Nias Utara, Samosir, Batubara, Padang Lawas Utara dan Asahan.
Menurut Yuda, empat kabupaten masing-masing mendapat enam unit bus. Sementara Nias Utara mendapat sembilan unit sehingga total bus yang disiapkan mencapai 33 unit.
"Bus yang beroperasi di Asahan, Batubara, Padang Lawas Utara jenisnya bus Hiace, untuk Samosir bus L kecuali Nias Utara karena di sana tidak punya angkutan transportasi yang eksisting maka menggunakan mobil Carry," ujarnya.
Program tersebut merupakan Program Strategis Daerah (PSD) yang dicanangkan Pemprov Sumut dengan sasaran utama membantu pelajar yang memiliki jarak tempuh jauh dari rumah menuju sekolah.
Yuda mengatakan program ini nantinya akan diperluas secara bertahap. Dari 33 kabupaten/kota di Sumut, terdapat 18 daerah yang dinilai menjadi wilayah prioritas berdasarkan kajian Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).
"Dari 33 kabupaten/kota ada 18 daerah yang dinilai tertinggal di Sumut dan tahun ini kami fokuskan untuk lima kabupaten dulu," katanya.
Setelah pelaksanaan tahap awal pada 2026, program bus perintis akan diperluas ke lebih banyak daerah.
Pada 2027, layanan direncanakan berjalan di 10 daerah. Jumlah tersebut kemudian ditambah menjadi 15 daerah pada 2028. Selanjutnya pada 2029 hingga 2030, layanan ditargetkan menjangkau 18 daerah prioritas.
Dengan tahapan tersebut, Pemprov Sumut menargetkan seluruh wilayah yang masuk prioritas dapat memperoleh layanan bus perintis.