BINJAI – Gagasan pembangunan lembaga pendidikan kejuruan berbasis agama dan semi militer mulai dijajaki di Sei Remban.
Penjajakan tersebut diawali dengan kegiatan visitasi dan diskusi untuk membahas konsep lembaga pendidikan yang menggabungkan keterampilan kejuruan, pendidikan agama, serta pembentukan karakter dan kedisiplinan.
Diskusi awal tersebut berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026.
Baca Juga: RAPBN 2027 Disepakati Rp4.106 Triliun: Ini Besaran Anggaran Pendidikan, MBG hingga Kesehatan Adriadi Chaniago, S.Pd., M.Pd., berdiskusi dengan Owner Yayasan Arrafis Islamic Boarding School, Dr. H. Arifin Tanjung, MA.
Lembaga pendidikan yang digagas tersebut dirancang dengan tiga pilar utama, yakni pendidikan kejuruan atau vokasi, pendidikan agama melalui konsep Islamic Boarding School, dan pendidikan semi militer.
Pendidikan kejuruan diarahkan untuk membekali santri atau siswa dengan keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Sementara pendidikan agama diharapkan menjadi dasar dalam pembentukan karakter, akhlak, serta keimanan peserta didik.
Adapun konsep semi militer diarahkan untuk menanamkan kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, cinta tanah air, serta ketangguhan mental.
Adriadi mengatakan gagasan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan kerja, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda.
"Insya Allah, ini adalah ikhtiar kita bersama. Kita bermimpi mendirikan sebuah lembaga yang tidak hanya mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga mencetak generasi yang beriman, berakhlak, dan berdisiplin tinggi. Sinergi antara kejuruan, agama, dan semi militer adalah kuncinya. Mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar mimpi besar ini dapat terwujud," ujar Adriadi Chaniago salah satu inisiator dalam diskusi tersebut.
Visitasi dan diskusi tersebut menjadi langkah awal sebelum rencana pembangunan lembaga pendidikan tersebut masuk ke tahap kajian yang lebih mendalam.
Beberapa hal yang akan dikaji antara lain konsep kurikulum, kesiapan dan kebutuhan lahan, serta manajemen kelembagaan.