JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan pemerintah membentuk Universitas Republik Indonesia (URI).
Menurut dia, lembaga tersebut disiapkan untuk membantu mengatasi ketidakjelasan serta persoalan sinkronisasi antarlembaga atau institusi di pemerintahan.
Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam video yang diunggah di kanal YouTube Prabowo Subianto pada Kamis, 17 September 2026.
Baca Juga: Sekolah Negeri Boleh Tolak MBG! Ini Ketentuannya "Langkah apa untuk memperbaiki? Rekrutmen, evaluasi, pembinaan, persiapan, itu yang kita lakukan. Makanya antara lain saya bentuk Universitas Republik Indonesia (URI)," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan URI nantinya akan membawahi Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Menurut dia, LAN akan ditransformasi menjadi lembaga yang berfungsi mencetak calon pemimpin seperti Ecole Nationale d'Administration (ENA) di Prancis.
Prabowo menjelaskan pembentukan LAN pada awalnya memiliki tujuan yang serupa dengan ENA.
Ia mengaitkannya dengan upaya Presiden Prancis Napoleon dalam membangun sistem pendidikan bagi administrator negara.
"Jadi Napoleon itu dia mengerti, untuk Prancis itu kuat, administratornya harus hebat. Jadi dia bikin ENA. Kalau tidak salah 4 dari 6 presiden Prancis berturut-turut adalah lulusan ENA. Syarat masuknya sangat sangat sulit. IQ paling tinggi dan sebagainya. Ini merit system," imbuhnya.
Menurut Prabowo, Presiden pertama RI Soekarno juga memiliki gagasan serupa yang kemudian menjadi salah satu latar belakang dicetuskannya LAN.
Namun, Prabowo menilai dalam perkembangannya LAN lebih banyak menjadi lembaga formal yang menunjang karier birokrat.
Ia mengatakan pemerintah ingin memperkuat kembali fungsi LAN melalui URI, termasuk dengan menerapkan seleksi ketat terhadap calon pemimpin pemerintahan.