BANDA ACEH – SMA Muhammadiyah 1 Banda Aceh mengawali tahun ajaran baru 2026/2027 dengan menggelar Forum Ta'aruf dan Orientasi (Fortasi) bagi siswa baru pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2026).
Kegiatan diawali dengan upacara yang berlangsung di lingkungan SMA Muhammadiyah 1 Banda Aceh dan diikuti seluruh siswa serta tenaga pendidik.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Banda Aceh, Wildan Sani Rasyid, S.Pd.I., M.Ed, mengatakan Fortasi merupakan program pengenalan lingkungan sekolah yang digunakan di lingkungan pendidikan Muhammadiyah sebagai pengganti istilah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Baca Juga: Ancaman Bom Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15 Pagi saat Hari Pertama MPLS, Gegana dan Densus 88 Lakukan Penyisiran "Di lingkungan Perguruan Muhammadiyah lebih memperkenalkan Fortasi dalam menyambut siswa baru di tahun ajaran baru. Fortasi itu sebagai pengganti istilah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)," kata Wildan.
Pada pelaksanaan Fortasi tahun ini, seluruh siswa diwajibkan mengenakan seragam Hizbul Wathan.
Organisasi kepanduan tersebut merupakan salah satu Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah yang telah berdiri sejak tahun 1918 dan memiliki semangat gerakan kepanduan yang sejalan dengan kepramukaan.
Menurut Wildan, keberadaan Hizbul Wathan bertujuan membentuk karakter, memperkuat semangat perjuangan, serta menumbuhkan jiwa nasionalisme di kalangan peserta didik.
Selain menjadi ajang penyambutan siswa baru, Fortasi juga diharapkan mampu membangun semangat baru bagi seluruh warga sekolah, baik siswa baru maupun siswa lama, dalam menghadapi tahun ajaran baru.
Melalui berbagai kegiatan kepanduan, para siswa didorong untuk meningkatkan kepedulian sosial dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam yang menjadi dasar pendidikan Muhammadiyah.
Dalam kegiatan tersebut, siswa baru juga diperkenalkan dengan berbagai Organisasi Otonom Muhammadiyah, seperti Hizbul Wathan dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan kepemimpinan.
"Kepada siswa baru kita perkenalkan Ortom dan harus akrab dengan semua Ortom di bawah naungan Muhammadiyah seperti Hizbul Wathan dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)," ujar Wildan.
Ia berharap seluruh siswa yang menempuh pendidikan di SMA Muhammadiyah 1 Banda Aceh mampu tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap menjadi kader Muhammadiyah yang mampu melanjutkan perjuangan organisasi di masa mendatang.