MEDAN – Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan Raya II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, kini hampir rampung. Pemerintah menargetkan sekolah gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu itu mulai beroperasi pada pertengahan Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), usai meninjau langsung progres pembangunan sekolah bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Jumat (3/7/2026).
AHY mengatakan, secara umum pembangunan fisik sekolah telah mendekati tahap akhir sehingga siap digunakan sebagai sarana pendidikan bagi para siswa pada tahun ajaran baru.
Baca Juga: 1.000 Taruna Akmil Dampingi Siswa Sekolah Rakyat, DPR Minta Pendekatan Tetap Humanis "Sekolah Rakyat ini ditargetkan sudah dapat beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027, tepatnya pertengahan Juli. Anak-anak sudah bisa mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar," ujar AHY.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus mencetak generasi unggul di masa depan.
Ia berharap sekolah tersebut mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan menjadi bagian dari pembangunan Kota Medan, Sumatera Utara, hingga Indonesia.
"Melalui Sekolah Rakyat ini diharapkan lahir generasi unggul yang akan menjadi penerus pembangunan bangsa di masa mendatang," katanya.
Dalam peninjauan tersebut, AHY juga meminta seluruh area sekolah dibersihkan dari sisa material konstruksi maupun lumpur agar lingkungan sekolah benar-benar siap digunakan saat kegiatan belajar dimulai.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan peninggian pagar di bagian belakang kompleks sekolah sebagai langkah meningkatkan keamanan bagi para siswa, khususnya anak-anak jenjang sekolah dasar.
Menurut AHY, lingkungan belajar yang aman dan nyaman menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung proses pendidikan.
"Kita ingin seluruh kawasan sekolah benar-benar aman dan nyaman bagi peserta didik, terutama siswa SD yang masih membutuhkan perhatian lebih dari sisi keamanan," ujarnya.
Pemerintah berharap seluruh pekerjaan penyelesaian pembangunan dapat selesai sesuai target sehingga Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 dapat langsung menerima siswa pada pertengahan Juli mendatang.* (ds/dh)