LANGKAT - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Tahun 2026. Kali ini, UMSU mengembangkan konsep Desa Energi Hijau di Desa Bekiung, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, melalui integrasi teknologi biogas komunal dan Solar Dry Dome berbasis potensi agro-peternakan.
Program yang didanai melalui skema hibah pengabdian masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tersebut mengusung tema "Desa Bekiung Energi Hijau: Integrasi Biogas Komunal dan Solar Dry Dome untuk Penguatan Pangan Lokal Berbasis Rantai Nilai Agro-Peternakan".
Kegiatan sosialisasi program berlangsung pada Minggu (21/6/2026) dan dihadiri pemerintah desa, pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok peternak, tokoh masyarakat, serta warga Desa Bekiung.
Baca Juga: Kemdiktisaintek Buka Beasiswa Doktor 2026, Dosen Bisa Kuliah di Dalam dan Luar Negeri Ketua Tim Pelaksana Program PDB UMSU, Dr. Rimbawati, ST., MT, mengatakan program tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi guna mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
"Desa Bekiung memiliki potensi besar di sektor agro-peternakan yang dapat dikembangkan menjadi sumber energi alternatif sekaligus penguatan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan," ujar Rimbawati.
Menurutnya, pemanfaatan limbah peternakan menjadi biogas komunal dapat menjadi solusi terhadap persoalan limbah sekaligus menyediakan sumber energi yang murah, ramah lingkungan, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Program ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Bekiung dan BUMDes Bangun Mandiri. Direktur BUMDes Bangun Mandiri, Supono, ST, menyambut baik kehadiran program tersebut karena dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor peternakan dan pertanian.
"Kami sangat mengapresiasi kehadiran UMSU di Desa Bekiung. Program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat karena mampu mengoptimalkan potensi peternakan yang selama ini menjadi salah satu sumber mata pencaharian warga," kata Supono.
Sementara itu, Sekretaris Desa Bekiung, Hermawan, menegaskan dukungan penuh pemerintah desa terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan oleh tim UMSU.
Ia berharap Desa Bekiung dapat berkembang menjadi desa percontohan yang mampu memanfaatkan potensi lokal untuk mendukung kemandirian energi dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Dalam sesi pemaparan, anggota tim UMSU Dr. Khairul Umurani, ST., MT menjelaskan bahwa teknologi biogas komunal memungkinkan limbah ternak diolah menjadi energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara bersama-sama.
"Biogas merupakan salah satu solusi energi terbarukan yang sangat potensial untuk dikembangkan di desa-desa berbasis peternakan. Selain menghasilkan energi bersih, residu dari proses biogas juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang bernilai ekonomis," jelasnya.