ACEH TENGAH– Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Linge memang merobohkan bangunan SD Negeri 10 Linge. Namun, bencana tersebut tidak mampu meruntuhkan semangat belajar para siswanya yang hingga kini tetap mengikuti proses pembelajaran di bawah tenda darurat.
Setiap pagi, puluhan siswa masih datang mengenakan seragam sekolah sambil membawa buku pelajaran. Meski ruang kelas mereka kini berganti menjadi tenda sederhana beralaskan terpal, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung demi menjaga hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi.
Pemandangan tersebut menjadi simbol ketangguhan masyarakat pascabencana. Di tengah keterbatasan fasilitas dan kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih, para guru, orang tua, dan siswa memilih untuk terus melanjutkan pendidikan sebagai bekal masa depan.
Baca Juga: Pendidikan Antikorupsi Masuk PAUD, Wamendagri Ingin Integritas Jadi Karakter Sejak Dini Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, Safran, mengatakan bangunan SDN 10 Linge mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang sehingga tidak lagi layak digunakan sebagai tempat belajar.
Berdasarkan hasil kajian bersama, lokasi sekolah lama juga telah ditetapkan sebagai zona merah karena dinilai memiliki risiko tinggi terhadap bencana serupa di masa mendatang.
"Pembangunan kembali di lokasi lama tidak memungkinkan karena faktor keselamatan. Oleh karena itu, solusi relokasi menjadi pilihan terbaik demi masa depan anak-anak," ujar Safran saat meninjau lokasi bersama sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga terkait, Rabu (3/6/2026).
Safran mengaku terharu melihat semangat para siswa yang tetap mengikuti pelajaran meski harus belajar di bawah tenda darurat. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat meski sedang menghadapi musibah.
Selain kehilangan ruang belajar, sebagian siswa juga harus menghadapi tantangan perjalanan yang lebih berat. Sejumlah akses jalan menuju lokasi belajar mengalami kerusakan akibat banjir sehingga membutuhkan waktu dan tenaga lebih untuk mencapai sekolah.
Meski demikian, kehadiran siswa di tenda darurat tetap tinggi. Para guru dan orang tua terus memberikan dukungan agar proses belajar tidak terhenti.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah mulai menyiapkan solusi jangka panjang. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) disebut telah menyatakan kesiapan untuk mendukung pembangunan sekolah baru bagi SDN 10 Linge.
Saat ini Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah tengah menyiapkan lahan pengganti yang aman dari potensi bencana serta memiliki status hukum yang jelas dan bebas sengketa.
"Dana revitalisasi sudah siap dikucurkan. Syaratnya pemerintah daerah harus menyediakan lahan baru yang aman dari potensi bencana dan berstatus clear and clean," kata Muhammad Kasman dari Direktorat Sekolah Dasar.