MEDAN – Kepala Dinas Sosial Sumatera Utara Illyan Chandra Simbolon menyatakan pemerintah tengah menyiapkan lima lokasi relokasi untuk program Sekolah Rakyat di wilayah tersebut.
Seluruh pembangunan ditargetkan rampung sebelum tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai.
Illyan mengatakan saat ini proses pembangunan lokasi baru masih berlangsung dan menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum.
Baca Juga: Temui Bupati Asahan, Bobby Nasution Siap Benahi Jalan Rusak yang Lumpuhkan Ekonomi Masyarakat "Iya, saat ini pemerintah sedang melakukan pembangunan relokasi Sekolah Rakyat. Tapi untuk progres pembangunan sejauh apa, itu wilayah Kementerian PU," kata Illyan, Senin, 18 Mei 2026.
Menurut dia, proses penerimaan siswa baru tetap berjalan dan menjadi tanggung jawab Dinas Sosial di masing-masing kabupaten dan kota.
Ia mengatakan apabila pembangunan lokasi baru belum rampung saat penerimaan siswa dimulai, kegiatan belajar tetap dilakukan di lokasi lama.
"Kalau pembangunan belum selesai, penerimaan siswa tetap dilakukan di tempat masing-masing. Setelah rampung, mereka akan langsung pindah ke lokasi relokasi baru," ujar Illyan.
Saat ini jumlah siswa Sekolah Rakyat di Sumatera Utara tercatat sebanyak 625 orang dan seluruhnya masih menjalani kegiatan belajar di sekolah lama.
"Semua masih mengikuti kegiatan belajar di sekolah rakyat yang lama," katanya.
Berdasarkan data Dinas Sosial Sumut, terdapat lima lokasi relokasi Sekolah Rakyat yang sedang dipersiapkan.
Lokasi pertama berada di Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan. Siswa dari Sekolah Rakyat Sentra Bahagia dan BBVLP akan dipindahkan ke lokasi tersebut.
Lokasi kedua berada di Desa Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Lokasi ini akan menampung siswa dari Sekolah Rakyat Sentra Insyaf.