MEDAN — Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, menyebut Universitas HKBP Nommensen (UHN) menunjukkan perkembangan positif dalam transformasi akademik sejak satu tahun kepengurusan baru yayasan berjalan.
Ia menilai kampus tetap berada pada rel yang sesuai dengan nilai dasar Pro Deo Et Patria atau untuk Tuhan dan Ibu Pertiwi.
Hal itu disampaikan Victor usai rapat bersama Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, yang turut dihadiri jajaran rektorat, dosen, karyawan, serta perwakilan alumni di Grand City Hall Medan, Jumat (15/05/2026).
Baca Juga: JPPI: Pemerintah Seolah Lepas Tangan terhadap Nasib Guru Honorer "Perkembangan kampus ini masih tetap ada dalam rel yang diharapkan HKBP sejak awal. Pro Deo Et Patria masih tetap menjadi pegangan, dan kabar baiknya ada perkembangan positif, seperti peningkatan akreditasi. Itu yang kita syukuri," kata Victor.
Ia menegaskan HKBP sebagai badan pengelola yayasan memberikan dukungan penuh terhadap upaya transformasi akademik di lingkungan UHN.
Menurut dia, penguatan tata kelola kampus menjadi kunci untuk melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas bagi bangsa.
"HKBP sebagai pemilik yayasan menunjukkan kesungguhan dengan mengangkat pengurus yang memberi perhatian serius. Ketua, sekretaris, dan seluruh pengurus banyak berasal dari alumni, sehingga memiliki ikatan emosional dan komitmen terhadap kampus ini," ujarnya.
Victor juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pendidikan di UHN yang memiliki kampus di Medan dan Pematangsiantar.
Ia berharap kampus tersebut tetap terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.
"UHN bersifat inklusif. Tidak hanya menerima mahasiswa Kristen. Dalam beberapa wisuda yang saya hadiri, ada juga mahasiswa dari latar belakang Muslim. Ini menunjukkan bahwa meskipun berbasis Kristen, kampus tetap terbuka bagi semua," katanya.
Menurut Victor, keterbukaan tersebut harus terus dipertahankan seiring dengan upaya peningkatan kualitas akademik dan daya saing universitas di tingkat nasional.*