MEDAN - Pengamat sosial dan pendidikan Sumatera Utara, Shohibul Anshor Siregar, menegaskan dunia pendidikan Indonesia harus segera melakukan transformasi agar tidak tertinggal menghadapi perkembangan global yang semakin cepat.
Menurutnya, sistem pendidikan nasional perlu mengadopsi filosofi "Tumbuh Sebelum Patah, Berganti Sebelum Hilang" agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan tantangan masa depan.
"Pendidikan kita tidak boleh menunggu rusak dulu baru diperbaiki. Kita harus tumbuh sebelum patah, melakukan inovasi sebelum sistem tak lagi relevan," kata Shohibul, Sabtu (16/5/2026).
Baca Juga: Kemendagri Dorong Transformasi BPBD Hadapi Ancaman Bencana yang Kian Kompleks Akademisi FISIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara itu menilai pendidikan Indonesia selama ini masih cenderung berjalan dengan pola lama dan lambat melakukan pembaruan.
Jika kondisi tersebut terus terjadi, menurutnya Indonesia berpotensi mengalami kekosongan generasi, yakni situasi ketika generasi muda hidup dalam realitas baru yang sulit dipahami generasi sebelumnya.
"Kalau pendidikan stagnan, akan muncul kesenjangan besar antargenerasi. Generasi muda tidak mendapat bekal yang cukup menghadapi tantangan zaman," ujarnya.
Shohibul menyebut dampak dari stagnasi pendidikan dapat memicu krisis kepemimpinan, menurunnya inovasi, hingga melemahnya daya saing bangsa di tingkat global.
Ia menekankan pendidikan modern tidak cukup hanya mentransfer pengetahuan lama, tetapi juga harus melatih imajinasi, kreativitas, dan kesiapan menghadapi perubahan dunia di masa depan.
"Kalau pendidikan kita tidak tumbuh dan berganti, kita hanya akan melahirkan generasi yang tidak siap menghadapi masa depan. Akibatnya, Indonesia terus menjadi pengikut, bukan pelopor," katanya.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Shohibul mendorong penerapan kurikulum yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Kurikulum harus menjadi organisme hidup yang terus diperbarui, bukan dokumen mati," tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas guru secara berkelanjutan agar tenaga pendidik mampu mengikuti perkembangan teknologi dan metode pembelajaran terbaru.