SANYA (HAINAN), TIONGKOK – Direktur Kawasan Asia Afrika Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat yang juga akademisi Universitas Khairun, Dr. Yanuardi Syukur, mewakili Indonesia dalam Konferensi Produktivitas Kualitas Baru dan Pengembangan Berkualitas Tinggi untuk sektor makanan, obat-obatan, peralatan medis, dan kosmetik di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok, pada 8–11 Mei 2026.
Konferensi internasional tersebut diselenggarakan oleh Asosiasi Promosi Kualitas dan Keamanan Perusahaan Makanan dan Obat-obatan Tiongkok dengan mengusung tema "Pemberdayaan Penutupan Bea Cukai, Kepemimpinan Teknologi, Keamanan dan Efisiensi, Berbagi Ekologis".
Forum ini diikuti lebih dari 1.000 peserta dari berbagai negara, terdiri dari akademisi, pelaku industri, hingga pimpinan perusahaan global. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan industri berbasis inovasi dan keamanan produk.
Baca Juga: Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Pemerintah Andalkan Investasi Besar dan Hilirisasi Industri Hainan sendiri kini menjadi sorotan dunia setelah resmi berstatus kawasan bea cukai khusus yang mendorong arus perdagangan bebas dan investasi internasional. Kebijakan tersebut membuat wilayah ini berkembang pesat sebagai pusat ekonomi baru di Tiongkok.
Dr. Yanuardi dijadwalkan mengikuti Forum Paralel Cabang Industri Budaya Kesehatan Makanan dan Obat serta forum kerja sama internasional untuk perusahaan yang "go global". Kehadirannya diharapkan membawa perspektif antropologi sosial dalam diskursus pengembangan industri global.
"Saya berharap dapat membawa perspektif antropologi budaya dan kebijakan publik dari Indonesia, sekaligus memperkuat kerja sama internasional yang bermanfaat bagi pengembangan industri yang lebih luas," ujarnya.
Dr. Yanuardi Syukur sendiri dikenal sebagai akademisi dengan rekam jejak internasional yang luas, mulai dari Amerika Serikat, Australia, Ukraina, hingga Afrika Selatan. Ia juga aktif sebagai penulis, peneliti, serta pembicara di berbagai forum global.
Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, menyambut positif keikutsertaan tersebut dan berharap dapat membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas di masa mendatang.*
(dh)