ACEH BESAR – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Baitul Arqam menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bertema "Mengajar dengan Hati, Menyemai Cinta di Madrasah" pada 17–19 April 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Cut Mutia I Pusjar SKMK LAN Batoh dan diikuti 26 guru dari MTs Baitul Arqam, MTs Darul Aman Tungkop, dan MTs Fauzul Kabir Jantho.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua Pokjawas Provinsi Aceh Drs. Nopia Dorsain, Ketua Pokjawas Banda Aceh Fikriah, S.Ag., M.Pd., Pengawas Madrasah Aceh Besar Rosyidah Lubis, S.Ag., M.A., serta Dra. Irawati.
Baca Juga: Ini Rekomendasi 12 Tempat Wisata Alam di Karo untuk Libur Akhir Pekan! Bimtek ini dirancang untuk memperkuat kapasitas guru dalam mengintegrasikan pendekatan pembelajaran berbasis cinta sesuai KMA 1503 Tahun 2025.
Selama tiga hari, peserta memperoleh 24 jam pelajaran dengan materi penguatan growth mindset, konsep deep learning, pemetaan pembelajaran berbasis Panca Cinta, hingga praktik penyusunan modul ajar berbasis kecerdasan buatan (AI).
Rosyidah Lubis menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran guru, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga pendidik nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
Ia menyebut pendekatan KBC penting dalam membentuk peserta didik yang berkarakter, berempati, dan peduli terhadap lingkungan.
Adapun konsep Panca Cinta yang menjadi inti kurikulum meliputi cinta kepada Allah dan Rasul, cinta ilmu, cinta alam, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air.
Kegiatan ini akan ditutup pada 19 April 2026 di Pantai Riting, Aceh Besar, dengan pembelajaran luar ruang yang menekankan praktik langsung nilai cinta lingkungan.
"Penutupan di Pantai Riting bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari pembelajaran. Peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mempraktikkan nilai cinta lingkungan secara langsung," ujar Rosyidah Lubis.*
(ad)