BANDA ACEH – Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam Kick-Off Program Pendidikan Kebanksentralan 2026, di Aula FMIPA Universitas Syiah Kuala, Rabu, 15 April 2026.
Rektor Unmuha, Aslam Nur, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan literasi kebanksentralan di kalangan civitas akademika dan mahasiswa.
"Kerja sama ini juga mendukung penguatan kurikulum serta implementasi pembelajaran yang lebih aplikatif di lingkungan kampus," kata Aslam.
Baca Juga: Pasca Banjir Aceh Timur, Bunda Guru Aceh Marlina Muzakir Semangati Siswa dan Bagikan Bantuan Menurut dia, kolaborasi tersebut menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas, terutama dalam bidang pendidikan, penelitian, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kebanksentralan.
Ia juga mengapresiasi kepercayaan Bank Indonesia yang kembali menggandeng Unmuha dalam program tersebut.
"Kami berharap kerja sama ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan ekonomi global," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III Unmuha, Mirza Murni, menjelaskan program pendidikan kebanksentralan mencakup sejumlah kegiatan, antara lain Beasiswa Bank Indonesia, program Generasi Baru Indonesia, serta berbagai program edukasi lainnya.
"Tahun ini kuota Beasiswa Bank Indonesia di Unmuha meningkat dari 50 menjadi 55 mahasiswa," kata Mirza.
Ia berharap tambahan kuota tersebut dapat mendorong prestasi mahasiswa, baik di tingkat daerah maupun nasional, sekaligus memberi kontribusi lebih luas bagi masyarakat.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Agus Chusaini, bersama sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Aceh, di antaranya UIN Ar-Raniry, Universitas Teuku Umar, Universitas Abulyatama, dan Universitas Serambi Mekkah.*
(ad)