YOGYAKARTA - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menekankan pentingnya kewirausahaan dan integritas bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan global.
Hal itu disampaikan Nasir saat menghadiri Wisuda Sarjana ke-68 dan Pascasarjana ke-5 Tahun Akademik Ganjil 2025/2026 di Universitas Widya Mataram, Sabtu (11/4/2026).
Dalam sambutannya, Nasir yang juga merupakan alumni kampus tersebut menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta adaptif terhadap perubahan zaman.
Baca Juga: Unmuha Gelar Wisuda ke-50, 10 Lulusan Terbaik dan 98 Cumlaude! Rektor: Jangan Cepat Puas "Wisuda bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar," ujarnya di hadapan para wisudawan.
Ia menegaskan, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan ijazah. Menurutnya, dibutuhkan keterampilan, kreativitas, serta kemampuan membaca peluang di tengah dinamika global.
Nasir juga menyoroti pentingnya kewirausahaan dalam menghadapi bonus demografi Indonesia yang diproyeksikan mencapai puncaknya pada 2030.
Ia menyebut, rasio kewirausahaan Indonesia saat ini masih berada di kisaran 3,29 persen, tertinggal dibandingkan sejumlah negara lain.
Di sisi lain, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja.
"Ke depan, tantangan kita bukan hanya menambah jumlah pelaku usaha, tetapi mendorong lahirnya wirausaha yang mampu naik kelas, inovatif, dan berdaya saing tinggi," katanya.
Menurut Nasir, bonus demografi dapat menjadi peluang sekaligus risiko jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu, generasi muda diharapkan mampu berperan sebagai pencipta lapangan kerja.
Selain kewirausahaan, Nasir juga menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi utama dalam meraih kesuksesan.
"Kejujuran, tanggung jawab, dan konsistensi antara perkataan dan perbuatan harus dijaga dalam setiap langkah," tegasnya.