JAKARTA — Edutolia Education, bekerja sama dengan Üsküdar University, sukses menyelenggarakan acara diskusi dan tanda tangan buku bertajuk "Rumi Therapy: Book Discussion & Signing" di Universitas Paramadina, Jakarta, pada Kamis (2/4/2026).
`Acara ini berhasil menarik perhatian banyak kalangan akademisi, praktisi kesehatan mental, dan masyarakat umum yang tertarik dengan keterkaitan antara psikiatri modern, neurosains, dan spiritualitas Islam.
Dalam diskusi tersebut, Prof. Dr. Nevzat Tarhan, penulis buku best-seller Rumi Therapy sekaligus psikiater dan neuroscientist, hadir untuk memaparkan bagaimana ajaran sufistik dari Jalaluddin Rumi dapat divalidasi dengan pendekatan ilmiah modern.
Baca Juga: Komisi III DPR Bahas RUU Perampasan Aset, Libatkan Pakar Hukum untuk Masukan Menurut Prof. Tarhan, pemikiran Rumi sangat relevan untuk membantu manusia mengelola emosi dan menemukan makna hidup, terutama di tengah tantangan disrupsi dunia saat ini yang mempengaruhi kesehatan mental.
Diskusi semakin memperkaya wawasan dengan kehadiran dua cendekiawan ternama Indonesia, Prof. Mulyadhi Kartanegara dan Dr. Haidar Bagir. Keduanya memberikan pandangan mendalam mengenai integrasi antara dimensi rasional dan spiritual dalam filsafat Islam, yang dianggap sebagai kunci bagi kesejahteraan jiwa manusia modern.
Mereka menekankan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan sisi rasional dan spiritual sangat penting dalam memecahkan masalah kesehatan mental di era kontemporer.
Sebagai inisiator acara, Edutolia Education menegaskan posisinya sebagai penghubung kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan Turki.
Edutolia bertindak sebagai Indonesia Representative Office untuk Üsküdar University dan terus mendorong program akademik serta pertukaran intelektual lintas negara.
Ibrahim Albayrak, CEO Edutolia Education, menyatakan bahwa acara ini adalah langkah pertama untuk membuka lebih banyak peluang kerja sama bagi institusi pendidikan di Indonesia dan Turki.
"Kami mengundang berbagai lembaga pendidikan di Indonesia yang ingin bekerja sama dengan Üsküdar University untuk terhubung melalui Edutolia," ujar Ibrahim.
Sinergi antara Universitas Paramadina, Penerbit Qaf, dan Edutolia dalam acara ini juga mencerminkan kuatnya ekosistem diskursus intelektual di Indonesia.
Publik pun diajak untuk semakin terbuka terhadap pendekatan holistik dalam memahami kesehatan mental, yang tidak hanya dilihat dari aspek psikologis semata, tetapi juga melibatkan dimensi spiritual sebagai fondasi penting dalam mencapai keseimbangan hidup.*