JAKARTA – Sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan, Pojok Baca Bela Negara resmi diresmikan di TK Pelita Harapan Sejahtera, kawasan Tanjung Priok, Jakarta, pada Selasa (17/03/2026).
Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara DPD Sulawesi Utara, Forum Penyelamat Demokrasi dan Reformasi (F-PDR) Sulut, Komunitas Kawan Mekar, serta M. H & Partners Law Office, dengan tujuan menciptakan ruang pembelajaran yang tidak hanya mendidik, tetapi juga membentuk karakter kebangsaan generasi penerus bangsa.
Peresmian tersebut dihadiri oleh Brigjen TNI Budi Haryono, Direktur SDM Pothan Kemhan, yang diwakili oleh Dr. S.R.M. Indah Permata S., Kasubdit Perumusan Kebijakan Bela Negara dan Tenaga Ahli Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan.
Baca Juga: Rahadi Wangsapermana: Literasi Kebangsaan Kunci Hadapi Ancaman Perang Modern Dalam sambutannya, Indah menegaskan bahwa Pojok Baca Bela Negara ini bukan sekadar ruang membaca biasa, tetapi juga merupakan ruang untuk pembelajaran, refleksi, dan pembentukan karakter kebangsaan.
"Pojok Baca Bela Negara yang kita resmikan hari ini bukan sekadar ruang membaca, melainkan sebuah ruang pembelajaran, ruang refleksi, dan ruang pembentukan karakter kebangsaan. Di tempat inilah nilai-nilai cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta semangat persatuan dapat terus dipupuk melalui literasi dan pengetahuan," kata Indah.
Indah juga menekankan bahwa bela negara bukan hanya tanggung jawab aparat pertahanan negara, melainkan merupakan hak dan kewajiban seluruh warga negara.
Ia menyatakan bahwa implementasi bela negara dapat dilakukan dalam bentuk sederhana, seperti menjaga persatuan, menghormati perbedaan, mematuhi hukum, dan berkontribusi positif untuk pembangunan bangsa.
Lebih lanjut, Indah Permata S. menyatakan bahwa literasi memegang peranan penting dalam membentuk wawasan kebangsaan masyarakat.
Melalui budaya membaca, masyarakat bisa memperluas pemahaman tentang sejarah perjuangan bangsa serta memperkuat nilai-nilai demokrasi dan konstitusi yang menjadi dasar kehidupan bernegara.
Indah juga mengingatkan bahwa tantangan bangsa Indonesia ke depan semakin kompleks, terutama di era digital yang dibarengi oleh disinformasi, radikalisasi, dan polarisasi sosial.
Oleh karena itu, keberadaan Pojok Baca Bela Negara diharapkan mampu menjadi pusat literasi kebangsaan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila serta semangat persatuan Indonesia.