JAKARTA— Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah yang melarang penggunaan kecerdasan buatan (AI) instan seperti ChatGPT bagi siswa SD hingga SMP.
Menurut Lalu, langkah ini penting untuk mencegah ketergantungan siswa pada jawaban instan dan menjaga kemampuan berpikir kritis.
"Tingkat pendidikan dasar sebaiknya fokus pada pengembangan nalar dan logika siswa, bukan membuat mereka tergantung pada teknologi yang memberikan jawaban instan," ujar Lalu Hadrian, Jumat (13/3/2026).
Baca Juga: Di Sidang Kabinet, Purbaya Bantah Nilai Tukar Rupiah Hancur Meski demikian, ia menekankan pengenalan teknologi tetap relevan dengan kurikulum modern.
Lalu menyambut baik rencana pemerintah memasukkan materi AI dan coding sebagai bagian dari pembelajaran yang terstruktur.
"Jika di satu sisi ada larangan penggunaan AI instan agar siswa tidak malas berpikir, maka di sisi lain pemerintah harus menyediakan ruang pembelajaran teknologi secara bertanggung jawab," kata Lalu.
Ia juga mendukung pengembangan platform AI khusus yang aman untuk anak-anak, seperti platform "Bijak Cerdas Berdigital" yang diluncurkan Kemenko PMK.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menjelaskan bahwa SKB 7 Menteri melarang pemanfaatan AI instan di jalur pendidikan formal untuk SD hingga SMA.
AI tetap diperbolehkan sebagai pendukung pembelajaran yang dirancang khusus untuk pendidikan.
"Kami ingin memastikan siswa bisa memanfaatkan teknologi, tapi tetap dalam koridor pembelajaran yang mendidik," ujar Pratikno.*
(d/dh)