ACEH TAMIANG — Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Aceh melalui Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) menyelenggarakan program Taman Lansia Ramadan di Kabupaten Aceh Tamiang pada 11–14 Maret 2026.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan nasional yang dilaksanakan secara serentak di tiga wilayah terdampak bencana di Indonesia.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara LazisMu dan 'Aisyiyah melalui Majelis Kesejahteraan Sosial.
Baca Juga: Polri Bangun 76 Hunian Tetap untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Progres Tembus 53 Persen Perwakilan Majelis Kesejahteraan Sosial PWA Aceh, Rahma Dalila Fitri, mengatakan kegiatan di Aceh dipusatkan di SMP Negeri 2 Kuala Simpang yang berlokasi di Desa Sriwijaya, Kecamatan Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.
Menurut Rahma, program tersebut diikuti oleh 45 peserta lansia yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 60 hingga 75 tahun. Seluruh peserta merupakan lansia yang dinilai sehat secara jasmani dan rohani serta mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
"Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembinaan bagi para lansia agar tetap aktif secara spiritual, sosial, dan kesehatan," kata Rahma.
Selama empat hari pelaksanaan, para peserta mengikuti sejumlah kegiatan yang berfokus pada penguatan spiritual, edukasi kesehatan, serta pengembangan keterampilan praktis.
Setiap hari peserta menerima takjil untuk berbuka puasa, sementara kado Ramadan diberikan pada hari terakhir kegiatan.
Program tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai tingkatan kepemimpinan organisasi, mulai dari Pimpinan Pusat hingga Pimpinan Daerah 'Aisyiyah. Para narasumber memberikan materi pembinaan, motivasi, serta pendampingan kepada para peserta.
Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan Pimpinan Pusat Majelis Kesejahteraan Sosial 'Aisyiyah, Sokhivah, serta Rahma Dalila Fitri dan Siti Hasanah yang mewakili Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Aceh.
Rahma menjelaskan, program ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam memberikan pendampingan kepada kelompok masyarakat rentan di wilayah terdampak bencana.
Wilayah sasaran ditentukan berdasarkan hasil asesmen dari kegiatan tanggap darurat serta implementasi program One Muhammadiyah One Response.