JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pendidikan nasional.
Pernyataan ini disampaikan Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
"(Anggaran pendidikan) tetap aman," ujar Menkeu Purbaya, menegaskan bahwa MBG memiliki alokasi anggaran tersendiri yang hanya digunakan untuk penyediaan makanan bergizi bagi siswa, tanpa mengganggu belanja rutin pendidikan.
Baca Juga: SMK Negeri 1 Beringin Jadi SMK Model PM dan KKA 2026, Dorong Pendidikan Vokasi Lebih Kompetitif Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menambahkan, seluruh program pendidikan, termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP), tetap berjalan.
Tahun 2025, pemerintah juga telah melakukan renovasi sekitar 16.000 sekolah dengan total anggaran Rp 17 triliun dan meningkatkan insentif guru hingga Rp 400.000, serta tunjangan guru non-ASN dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta.
Hariqo Wibawa Satria, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, menekankan bahwa MBG adalah bagian integral dari sistem pendidikan karena gizi yang cukup menjadi fondasi penting bagi proses belajar siswa.
Tahun 2026, anggaran pendidikan nasional mencapai Rp 769,8 triliun, di mana Rp 223,5 triliun dialokasikan untuk Badan Gizi Nasional mengelola MBG.
Program MBG juga diharapkan meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menyediakan makanan sehat dan bergizi di sekolah, mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.*
(k/dh)