TAPTENG – Pascabencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada 25 November 2025 lalu, Dinas Pendidikan Tapteng mendorong penerapan pembelajaran menyenangkan di seluruh satuan pendidikan.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Tapteng, Johannes Simanjuntak, menyampaikan, program ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, dan partisipatif, sehingga siswa merasa nyaman dan termotivasi mengikuti proses pembelajaran.
"Pembelajaran menyenangkan dilaksanakan melalui metode interaktif, seperti diskusi kelompok dan permainan edukatif. Pascabencana alam, pendekatan ini penting untuk meningkatkan semangat belajar serta kualitas pendidikan," ujar Johannes, Sabtu (21/2/2026).
Baca Juga: Progres Pembangunan 150 Unit Huntap di Aceh Tamiang Capai 80%, Kapolda Aceh Pastikan Target Selesai Mei 2026 Selain itu, Dinas Pendidikan meluncurkan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Kebencanaan, yang menekankan sekolah tangguh bencana dan mitigasi kebencanaan, pelatihan psikososial guru, penanaman nilai kearifan lokal, serta penetapan SOP sekolah terkait peduli lingkungan.
Program ini juga disertai pembangunan TPS sementara di sekolah, penanaman pohon dan bunga, serta pembenahan fasilitas sekolah melalui pengecatan.
Semua langkah ini diharapkan dapat mewujudkan layanan dasar pendidikan yang lebih optimal pascabencana.
"Kegiatan ini diharapkan dapat membantu sekolah dan siswa menjadi lebih tangguh, kreatif, dan peduli lingkungan, sekaligus membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana," pungkas Johannes.
Dengan langkah-langkah tersebut, Tapanuli Tengah berupaya memastikan pendidikan tetap berjalan lancar meski kondisi pascabencana menantang.*
(ad)