JAKARTA – Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, menerima bantuan 1,2 juta PIN e-learning dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri.
Bantuan ini ditujukan untuk mendukung pembelajaran mandiri bagi siswa korban bencana di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang.
Serah terima bantuan berlangsung di Jakarta pada Selasa (27/1) dan turut dihadiri Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto serta CEO Yayasan Anak Bangsa Indonesia–ILMCI Group Dr. Sofian Tjandra, Ph.D.
Baca Juga: Kapolda Aceh Buktikan Lumpur Sisa Banjir Bisa Pulihkan Ekonomi dan Lingkungan: Jadi Media Tanam, Tanaman Tumbuh Subur! Program ini merupakan bentuk kepedulian ILMCI Group melalui STIK Lemdiklat Polri terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak terdampak bencana.
Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menjelaskan bahwa bantuan e-learning ini mencakup siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Dengan 1,2 juta PIN yang disalurkan, siswa dapat mengakses sistem pembelajaran elektronik secara mandiri, baik di sekolah maupun di rumah, sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.
"Program e-learning ini menjadi solusi strategis untuk memastikan anak-anak Aceh, khususnya yang terdampak bencana, tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak," kata Marzuki.
Ia menambahkan bahwa metode pembelajaran digital ini membantu siswa tetap belajar meski menghadapi keterbatasan sarana pendidikan konvensional.
Kapolda Aceh juga menyampaikan apresiasi atas dukungan STIK Polri dan mitra yang terlibat, termasuk ILMCI Group.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya di bidang pendidikan.
Selain fokus pada pendidikan, Marzuki memaparkan berbagai upaya Polda Aceh dalam pemulihan bencana, mulai dari penyediaan air bersih melalui treatment water, pembersihan fasilitas sekolah, hingga pembangunan sumur bor bagi masyarakat.
"Selain penanganan darurat, Polda Aceh fokus pada pemulihan jangka menengah dan panjang agar aktivitas masyarakat kembali normal," pungkas Marzuki.*