MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan anggaran Rp43 miliar untuk program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) yang akan diluncurkan pada tahun ajaran 2026-2027.
Program ini menjadi kebijakan strategis daerah untuk memastikan akses pendidikan gratis, khususnya bagi siswa di wilayah terdampak bencana.
Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, mengatakan awalnya program ini hanya diperuntukkan bagi siswa di Kepulauan Nias.
Baca Juga: Pemprov Aceh Targetkan R3P Rampung Akhir Januari 2026, Dukungan SKALA Jadi Kunci Namun, setelah terjadinya bencana di 18 kabupaten/kota, cakupan program diperluas ke Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, dan Langkat.
"Bapak Gubernur mengarahkan agar program ini tidak hanya difokuskan di Kepulauan Nias, tetapi diperluas ke daerah-daerah yang terdampak bencana," ujar Alexander di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (21/1/2026).
Dari sisi sasaran, sekitar 41.000 siswa di Kepulauan Nias akan menerima manfaat program ini, dengan alokasi anggaran Rp21 miliar.
Sementara itu, 51.000 siswa di lima kabupaten/kota terdampak bencana akan mendapatkan dana sekitar Rp22 miliar.
"Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp43 miliar, mencakup seluruh siswa di wilayah sasaran," jelas Alexander.
Pelaksanaan program PUBG akan menggunakan skema Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Daerah, yang ditransfer langsung ke rekening sekolah.
Model ini memungkinkan sekolah mengelola kebutuhan operasional secara mandiri dan transparan, tanpa membedakan latar belakang ekonomi siswa.
"Tidak ada klasifikasi siswa mampu atau kurang mampu. Semua siswa ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah," kata Alexander.
Ia menambahkan bahwa besaran dana yang diterima sekolah lebih besar dibandingkan skema SPP sebelumnya, agar operasional sekolah tetap berjalan optimal.