MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyerahkan Surat Keputusan (SK) penugasan kepada 248 kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Sumut.
Penyerahan SK berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (19/1).
Dalam kesempatan tersebut, Bobby menekankan pentingnya manajemen keuangan sekolah yang baik dan melarang praktik pungutan liar (pungli) yang membebani peserta didik.
Baca Juga: SMAN 53 Jakarta Timur Bersama GPIB Salurkan Donasi untuk Pelajar Terdampak Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar "Saya minta tolong benar-benar pahami manajemen keuangan, agar tidak ada lagi kasus-kasus keuangan di sekolah, agar tidak ada lagi pungli-pungli, tidak ada lagi anak yang terbebani pendidikannya karena biaya," ujarnya.
Bobby juga menargetkan seluruh SMA, SMK, dan SLB Negeri di Sumut dapat digratiskan biaya sekolah pada 2029.
Bahkan, target tersebut berpeluang dimajukan menjadi 2027 atau 2028.
"Tahun ini selain di Nias, kita tambah lagi lima di daerah terdampak bencana, jadi harusnya bisa maju lagi," katanya.
Selain penghapusan biaya, Gubernur Sumut menekankan peningkatan kualitas peserta didik.
Menurut Bobby, kualitas siswa dapat terlihat dari nilai penerimaan mahasiswa baru di universitas dan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA).
"Maka tim pengajar, guru-guru semua harus bisa memahami dan mengetahui mekanisme belajar agar nilai average rendah di Sumut bisa meningkat," ujarnya.
Bobby menambahkan, kinerja para kepala sekolah akan dinilai berdasarkan pencapaian target dan visi-misi Pemerintah Provinsi Sumut.
"Selamat bertugas, mudah-mudahan tanggung jawab yang diberikan membawa kebaikan bagi anak didik," tuturnya.