BANDARLAMPUNG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menyiapkan strategi baru untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa, yakni melalui pembiasaan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS).
Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, mengatakan program ini akan mulai dieksekusi bulan depan, dengan fokus utama pada tiga mata pelajaran inti: bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan matematika.
"Soal-soal yang diberikan siswa kelas X hingga XII akan memiliki tingkat kesulitan bervariasi, dari ringan, sedang, hingga tinggi. Tujuannya, agar siswa terbiasa membaca dan memahami konteks soal yang panjang," kata Thomas, Rabu (14/1/2026).
Baca Juga: Menhut Pastikan Kayu Banjir Sumatera Bisa Dimanfaatkan Warga, Asal Bukan untuk Dijual Langkah ini lahir dari evaluasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang menunjukkan bahwa kendala utama siswa Lampung bukan pada pengetahuan materi, tetapi rendahnya daya nalar dan semangat dalam menghadapi soal berbasis konteks atau cerita panjang.
"Beberapa sekolah memang mencatat hasil TKA di atas rata-rata nasional, tetapi secara umum literasi dan numerasi siswa perlu digenjot secara masif," tambah Thomas.
Program ini akan berjalan dalam dua skema: latihan rutin mingguan di sekolah dan tes serentak setiap dua hingga tiga bulan untuk memetakan level kognitif siswa secara real-time.
Hasil tes ini akan menjadi acuan bagi sekolah dalam menyiapkan pendampingan dan pembelajaran bagi siswa saat naik kelas.
"Kami akan mengkategorikan siswa ke kelompok berstandar tinggi, sedang, dan kelompok yang membutuhkan pendampingan khusus. Program ini InsyaAllah sudah bisa dijalankan bulan depan," pungkas Thomas.
Disdikbud Lampung juga tengah merampungkan bank soal HOTS dan menggelar rapat teknis bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan matematika.*
(dh)