JAKARTA TIMUR – SDN 06 Pulogebang meluncurkan program "Go Green 06" sebagai bagian dari edukasi pengelolaan sampah bagi siswa, Senin (12/1/2026).
Bertema "Buat Sampah Jadi Berkah", kegiatan ini terselenggara bekerja sama dengan Bio Karya Mandiri (BKM) dan diikuti oleh siswa, guru, orang tua murid, serta komite sekolah.
Kepala Sekolah Paranggi Rismoko Hadi, M.Pd, menegaskan bahwa langkah ini penting untuk membentuk generasi muda yang peduli lingkungan.
Baca Juga: Prabowo Bantah Isu Perpecahan Kabinet, Golkar: Koalisi Permanen Kunci Kesolidan! "Sampah adalah PR bersama yang harus dijadikan solusi agar bumi tetap hijau," ujarnya.
Dalam sesi edukasi, tim BKM memaparkan cara memilah sampah:- Sampah Organik: Sisa makanan, dedaunan, kulit buah dan sayuran, serta kotoran hewan peliharaan, yang bisa dijadikan pupuk kompos atau biogas.- Sampah Anorganik Bisa Didaur Ulang: Kertas, karton, botol plastik, kaleng, gelas kaca, dan barang elektronik layak pakai.- Sampah Anorganik Tidak Bisa Didaur Ulang: Styrofoam, kantong plastik tipis, kain bekas tidak layak pakai, dan limbah medis.- Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun): Baterai bekas, lampu neon, cat bekas, serta obat kadaluarsa.
Program "Go Green 06" juga mencakup pengumpulan minyak jelantah (mijel) dari setiap kelas setiap dua minggu sekali.
Minyak yang terkumpul diolah menjadi sabun atau biodiesel, dengan sebagian hasil penjualan dialokasikan untuk kegiatan ekstrakurikuler lingkungan sekolah.
Sekolah akan menempatkan tempat sampah berwarna berbeda di setiap area untuk mempermudah pemilahan sampah, sekaligus menjadi langkah nyata menjadikan SDN 06 Pulogebang sebagai sekolah ramah lingkungan.
Ketua Komite Sekolah Riny Oktavianti menilai program ini mampu mengajarkan anak-anak bahwa menabung sampah bisa bermanfaat.
Sedangkan Sekretaris Komite Siti Aisyah menekankan pentingnya edukasi sejak dini untuk mengurangi risiko banjir akibat sampah di Jakarta.