BANJARBARU – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Sekolah Rakyat menjadi instrumen utama pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan saat Presiden meresmikan Sekolah Rakyat rintisan di Banjarbaru, Senin (12/1/2026).
Program ini, menurut Prabowo, menargetkan pembangunan 500 sekolah hingga 2029, dengan setiap sekolah mampu menampung sekitar 1.000 siswa.
Baca Juga: Saifullah Yusuf Menitikkan Air Mata Saat Peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru: “Ini Sejarah untuk Anak Bangsa” Saat ini, 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi dengan kapasitas hampir 16.000 murid.
"Saat ini baru sekitar 15 ribu murid. Akhir tahun diperkirakan 30 ribu. Ujungnya, sasaran kita 500 ribu anak," ujar Prabowo di hadapan siswa, guru, dan pemerintah daerah.
Presiden menekankan pendidikan adalah kunci untuk menghapus kemiskinan ekstrem dan ketertinggalan.
Ia menegaskan, program ini fokus pada anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, khususnya desil 1 dan 2, agar mereka memiliki kesempatan setara dengan anak-anak lain dalam mengenyam pendidikan berkualitas.
Selain pendidikan, Prabowo juga menyinggung capaian sektor pangan.
Ia menyebut Indonesia resmi mencapai swasembada beras pada 31 Desember 2025, meski menghadapi tantangan El Nino dan La Nina sepanjang 2024–2025.
Produksi beras nasional kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah.
Presiden mengaku kagum dan terharu melihat prestasi siswa Sekolah Rakyat.
Dalam waktu singkat, sejumlah murid sudah menjuarai Olimpiade Matematika, bahkan mampu berpidato dalam beberapa bahasa asing.