BANDA ACEH – Sebanyak 63 madrasah di Aceh yang terdampak banjir bandang dan longsor dipastikan belum siap menggelar proses belajar mengajar (PBM) pada 5 Januari 2026.
Madrasah-madrasah ini tersebar di Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen, dan Bener Meriah.
Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Kanwil Kemenag Aceh, Khairul Azhar, mengatakan kendala utama meliputi ruang kelas dan halaman sekolah yang masih dipenuhi lumpur, tertimbunnya material banjir, serta akses jalan yang belum dapat dilalui.
Baca Juga: Polri Turun Tangan Bersihkan SD Terdampak Banjir di Aceh Tamiang, Siswa Siap Belajar Lagi Beberapa madrasah juga masih difungsikan sebagai lokasi pengungsian.
Meski demikian, mayoritas madrasah terdampak, yakni 437 dari 500, sudah siap melaksanakan PBM.
Sebagian lembaga pendidikan yang rusak parah bahkan telah menyiapkan lokasi sementara seperti masjid, meunasah, atau lapangan desa agar proses belajar tetap berjalan.
"Alhamdulillah, mayoritas madrasah terdampak sudah siap melaksanakan PBM. Ini menunjukkan semangat luar biasa dari para pendidik dan dukungan masyarakat dalam memulihkan layanan pendidikan bagi anak-anak," ujar Khairul, Sabtu (3/1/2026).
Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menegaskan pendidikan tetap menjadi prioritas, meski keselamatan siswa dan guru harus dijaga.
Kemenag terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat untuk mempercepat pemulihan sarana dan prasarana madrasah.
"Pendidikan adalah layanan dasar yang harus segera dipulihkan. PBM hanya akan dilaksanakan jika kondisi benar-benar aman dan nyaman bagi peserta didik," ujar Azhari.*
(k/dh)