MEDAN – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memastikan proses pemulihan layanan pendidikan di Provinsi Aceh berjalan cepat pasca-banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Saat konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BNPB, Kamis (25/12/2025), Pratikno menyampaikan bahwa sekitar 65 persen sekolah di Aceh siap beroperasi kembali.
"Ini dilakukan melalui pembersihan, revitalisasi fasilitas, dan seterusnya, untuk menyongsong tahun ajaran baru pada 5 Januari 2026," ujar Pratikno.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Gayo Lues Aceh, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada Sementara itu, kesiapan layanan pendidikan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat sudah hampir mencapai 90 persen.
Pemerintah terus bekerja sama dengan dinas pendidikan dan instansi terkait agar anak-anak dapat kembali mengikuti pembelajaran formal tepat waktu.
Banjir besar di Sumatera, yang hingga kini menewaskan 1.135 orang dan menyebabkan 173 orang hilang, juga berdampak pada fasilitas pendidikan.
Data BNPB mencatat terdapat 875 unit fasilitas pendidikan yang rusak, sementara rumah rusak mencapai 157.838 unit, fasilitas kesehatan 200 unit, rumah ibadah 806 unit, gedung perkantoran 291 unit, dan jembatan 734 unit.
Pratikno menekankan bahwa pemulihan layanan pendidikan menjadi prioritas pemerintah.
"Kami akan mengupayakan segala cara agar proses belajar mengajar formal bisa berjalan pada awal Januari 2026, sekaligus memastikan hak belajar anak-anak tetap terpenuhi," tambahnya.
Pemerintah juga terus memantau kondisi fasilitas dan menyalurkan bantuan pendidikan darurat, termasuk ruang kelas sementara dan paket perlengkapan belajar untuk siswa terdampak bencana.*
(km/ad)