JAKARTA – Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menabrak sejumlah siswa dan seorang guru di SDN Kalibaru I, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis pagi (11/12).
Senator Jakarta ini mendoakan korban segera pulih dan keluarga mereka diberikan ketabahan menghadapi masa sulit.
"Saya sangat prihatin dan berduka atas kejadian tragis ini. Semoga seluruh korban segera pulih dan keluarga diberikan ketabahan. Prioritas utama saat ini adalah memastikan korban mendapatkan perawatan medis terbaik serta pendampingan penuh bagi keluarga, baik informasi, administratif, maupun psikologis," ujar Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.
Baca Juga: Seluruh Wilayah DKI Jakarta Diprediksi Hujan Ringan, Kepulauan Seribu Masih Berawan Selain itu, Fahira Idris menekankan perlunya sejumlah tindakan cepat dan terukur yang menjadi prioritas bagi pemangku kepentingan terkait:
-Mengusut tuntas penyebab kecelakaanKepolisian diminta menelusuri secara mendalam unsur kelalaian, kesalahan prosedur, kondisi pengemudi, dan kelaikan kendaraan. Laporan awal menyebut sopir pengganti yang mengemudikan mobil, bukan sopir tetap.
-Evaluasi menyeluruh SOP operasional mobil SPPGAudit harus dilakukan terhadap standar operasional SPPG, termasuk mekanisme rekrutmen dan pelatihan sopir, verifikasi kompetensi dan kesehatan pengemudi, pengecekan kendaraan, serta kepatuhan prosedur pengantaran ke sekolah.
-Pengawasan ketat terhadap mitra pelaksana SPPGFahira menekankan perlunya pengawasan terhadap mitra SPPG agar rekrutmen sopir, pelatihan, dan pemeriksaan kendaraan berjalan sesuai standar.
-Penataan ulang akses dan jalur kendaraan di sekolahPintu masuk, jalur pengantaran, dan titik penurunan barang harus dievaluasi agar kendaraan tidak langsung memasuki area aktivitas siswa.
-Pendampingan psikologis untuk korban dan saksi kejadianInsiden ini berpotensi menimbulkan trauma. Dukungan psikologis harus diberikan kepada korban dan siswa yang menyaksikan kejadian agar pemulihan psikis berjalan seiring pemulihan fisik.
"Evaluasi dan perbaikan menyeluruh agar seluruh pihak bekerja lebih hati-hati dan terstandarisasi harus menjadi perhatian serius. Kita harus memastikan kejadian seperti ini tidak terulang," pungkas Fahira Idris.*
(dh)