PIDIE — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen pada Jumat, 5 Desember 2025.
Rombongan yang dipimpin Staf Khusus Tata Kelola, Dr. Didik Suhardi, Ph.D, meninjau langsung kondisi satuan pendidikan yang terdampak banjir di kawasan tersebut.
Kedatangan rombongan disambut jajaran dinas pendidikan setempat. Sementara kunjungan ke sekolah-sekolah Muhammadiyah turut didampingi Ketua Majelis Dikdasmen PW Muhammadiyah Aceh, DR Iskandar Muda Hasibuan.
Baca Juga: Wamenkes Ungkap “Kondisi Mengenaskan” Layanan Kesehatan di Aceh dan Sumatera, 31 RS Terdampak, 156 Puskesmas Tidak Berfungsi! Dalam tinjauan lapangan, Kementerian menyambangi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA Negeri di kawasan Kuta Blang.
Fokus utama kunjungan adalah memastikan proses pembelajaran tetap berjalan serta mengidentifikasi kerusakan sarana dan prasarana akibat banjir.
"Kami ingin memastikan seluruh anak Aceh mendapatkan layanan pendidikan yang layak, aman, dan menyenangkan. Kehadiran kami di sini untuk mendengar langsung kebutuhan sekolah dan masyarakat," ujar Didik Suhardi dalam dialog bersama para guru.
Sebagai bentuk dukungan kepada siswa terdampak, Kementerian membagikan 500 paket bingkisan edukatif bagi pelajar SD, SMP, dan SMA di tiga kabupaten tersebut.
Pembagian berlangsung meriah dan disambut antusias para siswa, menciptakan suasana keakraban di tengah keterbatasan akibat bencana.
Ketua Majelis Dikdasmen PW Muhammadiyah Aceh, Iskandar Muda Hasibuan, mengapresiasi kunjungan itu sebagai sinyal kuat komitmen pemerintah pusat terhadap pendidikan di Aceh.
"Ini bukan sekadar kunjungan. Anak-anak senang, guru-guru termotivasi. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut," ucapnya.