PADANGSIDIMPUAN – Universitas Aufa Royhan kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berteknologi biofilter anaerob–aerob.
Sistem ini memiliki kapasitas 10 meter kubik per hari dan berlokasi di area Klinik Asfah Universitas Aufa Royhan, Kota Padangsidimpuan.
Pembangunan yang dikerjakan oleh CV. MASS Medan ini dimulai pada September 2025, sebagai bagian nyata dari upaya universitas dalam pengelolaan limbah ramah lingkungan.
Baca Juga: Deli Serdang Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Hari Kesehatan Nasional ke-61 IPAL ini dirancang khusus untuk mengolah air limbah dari kegiatan akademik dan pelayanan kesehatan, mencakup aktivitas sekitar 1.000 mahasiswa dan civitas akademika.
Pembangunan IPAL disaksikan oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Padangsidimpuan, Pak Nanda dan Pak Sugeng, serta dihadiri Ketua Yayasan Universitas Aufa Royhan, Dr. Henniyati Harahap, S.KM., M.Kes., dan Kaprodi Kesehatan Masyarakat, Nurul Hidayah Nst., SKM., MKM.
Kehadiran mereka menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap inisiatif pengelolaan limbah berkelanjutan di sektor pendidikan.
Dr. Henniyati Harahap menegaskan, pembangunan IPAL merupakan bentuk tanggung jawab universitas terhadap keberlanjutan lingkungan.
"Pengelolaan air limbah penting tidak hanya untuk menjaga kebersihan kampus, tetapi juga sebagai sarana edukasi mahasiswa mengenai sanitasi dan teknologi pengolahan limbah modern," kata Henniyati.
Sistem IPAL Universitas Aufa Royhan menggunakan metode biofilter anaerob–aerob dengan media sarang tawon.
Teknologi ini memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan zat organik dalam air limbah secara bertahap, mulai dari tahap tanpa oksigen (anaerob) hingga tahap dengan oksigen (aerob).
Proses ini dikenal efisien, ramah lingkungan, dan menghasilkan air olahan yang memenuhi baku mutu nasional.
CV. MASS Medan menyusun Detail Engineering Design (DED) dengan mengacu pada metode pengolahan air limbah biofilter anaerob–aerob yang dikembangkan oleh Kelair BPPT RI, sehingga memastikan sistem dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.