JAKARTA — Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dalam bidang pendidikan dan pengembangan kompetensi tenaga kebidanan.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut digelar di Kampus I Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta, pada Kamis (30/10).
Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. H. Muhammad Saifulloh, M.Si, membuka acara dengan menyampaikan harapannya agar sinergi ini dapat memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi kedua institusi, tetapi juga bagi masyarakat
Baca Juga: Suami Sandra Dewi Dieksekusi ke Lapas Cibinong, Tamat Sudah Perjuangan Hukumnya! .
"Melalui MoU ini, kami berharap kemitraan antara Universitas Moestopo dan IBI tidak hanya bermanfaat bagi anggota IBI, tetapi juga bagi keluarga mereka. Semoga kolaborasi ini membawa kebaikan bagi kedua belah pihak," ujar Dr. Saifulloh dalam sambutannya.
Kerja sama ini mendapat sambutan positif dari Ketua Umum Pengurus Pusat IBI, Dr. Ade Jubaedah, S.SiT., Bdn., M.M., MKM, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kebidanan.
"Kami sangat menyambut baik kerja sama ini. Saat ini, bidan tidak hanya berpraktik di lapangan, tetapi juga banyak yang menduduki posisi strategis di berbagai instansi publik. Oleh karena itu, kami terus mendorong dan memfasilitasi anggota IBI untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," ungkap Dr. Ade Jubaedah.
Melalui penandatanganan MoU ini, Universitas Moestopo dan IBI sepakat untuk memperluas akses pendidikan serta pengembangan keilmuan di bidang kebidanan dan kesehatan masyarakat.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan profesi kebidanan.
Usai penandatanganan, acara dilanjutkan dengan paparan dari para dekan seluruh fakultas Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) yang memperkenalkan berbagai program studi serta peluang pengembangan akademik bagi anggota IBI.
Kerja sama ini diharapkan menjadi momentum penting dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya bidan, guna memberikan kontribusi yang lebih besar bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.*