JAWA TIMUR — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa sebanyak 165 titik Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia telah resmi beroperasi dan melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Program pendidikan alternatif ini menjadi salah satu terobosan sosial untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari berbagai lapisan masyarakat.
Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (12/10/2025), Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep pembelajaran terpadu yang menggabungkan pendidikan formal dan pendidikan karakter.
Baca Juga: Prabowo Gaet Tokoh Muda Isi Kabinet, Arief Rosyid: Ini Bukti Komitmen Regenerasi "Sekolah rakyat itu ada yang beroperasi sejak bulan Juli dengan 63 titik. Di bulan Agustus bertambah 37 titik, dan di bulan September kembali bertambah 65 titik. Jadi, per hari ini sudah ada 165 titik Sekolah Rakyat rintisan yang aktif," ujar Saifullah Yusuf, dikutip dari Headline News Metro TV.
Mensos menuturkan, setiap sekolah rata-rata menampung sekitar 1.000 siswa, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Ia juga menegaskan bahwa keberadaan sekolah rakyat merupakan wujud nyata upaya pemerintah dalam menyediakan pendidikan yang inklusif dan merata.
Tak hanya itu, guna mendukung proses belajar mengajar, pemerintah turut menyalurkan perangkat teknologi kepada seluruh siswa dan tenaga pendidik.
"Setiap siswa akan mendapatkan satu unit laptop untuk keperluan belajar, dan para guru juga memperoleh laptop guna menunjang kegiatan mengajar," tambahnya.
Saifullah berharap dukungan orang tua dan masyarakat dapat terus mengalir, agar Sekolah Rakyat menjadi wadah efektif dalam membentuk generasi muda yang cerdas, mandiri, dan berkarakter.*
(mt/mt)