MEDAN — Universitas Al-Azhar (UA) resmi menggelar kuliah perdana bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2025–2026 dengan mengusung tema "Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi di Sumatera Utara".
Acara ini digelar usai pelaksanaan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) yang berlangsung selama tiga hari, Kamis–Sabtu, 2–4 Oktober 2025.
Kuliah perdana ini dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Al-Azhar, Dr. Ir. Mawardi, S.T., M.T., serta menghadirkan Dr. Indra Prawira, S.T., M.M., selaku Wakil Ketua Bidang Pendidikan KADIN Sumatera Utara sebagai pembicara utama.
Baca Juga: Diduga Ada Setoran dan “Yayasan Anti Tilang”, Polisi Tutup Mata pada Truk ODOL di Sumut Pendidikan dan Karakter Sebagai PondasiDalam sambutannya, Rektor Dr. Mawardi menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama menuju keberhasilan.
"Jangan takut mencoba, karena kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Mahasiswa harus memiliki semangat tinggi untuk meraih cita-cita setinggi mungkin. Pondasi keislaman adalah kekuatan utama yang membedakan Universitas Al-Azhar dengan perguruan tinggi lainnya," ujarnya.
Sementara itu, Pembina Yayasan Hajjah Rachmah Nasution, H. Machyuzar Nasution, menambahkan bahwa Universitas Al-Azhar terus berkomitmen menghasilkan SDM unggul dan berdaya saing tinggi di tengah arus globalisasi.
"Kampus ini menjadi wadah untuk menyiapkan generasi yang siap menghadapi persaingan global, baik di dunia kerja maupun dunia usaha," katanya.
Tantangan & Peluang Wirausaha MahasiswaSebagai pembicara, Dr. Indra Prawira membagikan wawasan praktis tentang dunia kewirausahaan kepada mahasiswa baru.
Ia menekankan pentingnya mindset pertumbuhan (growth mindset), pemanfaatan teknologi digital, serta strategi membangun ekosistem kewirausahaan kampus.
"Apa pun yang terjadi pada diri kita, kitalah yang harus memperbaikinya. Kewirausahaan dimulai dari niat dan keberanian mengambil langkah pertama," tutur Indra.
Antusiasme mahasiswa tampak luar biasa. Banyak dari mereka aktif bertanya, salah satunya mahasiswa baru yang memiliki usaha keluarga di bidang keteknikan namun mengambil jurusan Agroteknologi Pertanian.
Menanggapi hal tersebut, Indra memberi motivasi agar mahasiswa tetap konsisten dan mengembangkan potensi lintas bidang.