PADANGSIDIMPUAN –
Sekolah Rakyat hadir sebagai program prioritas pemerintahan
Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial, menyediakan pendidikan berasrama secara gratis bagi anak-anak kurang mampu dan miskin ekstrem. Program ini telah berjalan di 100 titik di seluruh Indonesia, salah satunya di
Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 30 Padangsidimpuan, dengan 75 murid yang berasal dari keluarga pra sejahtera.Anak-anak yang diterima di sekolah ini sebagian ada yang pernah putus sekolah atau bahkan bekerja sejak usia dini. Penerimaan siswa dilakukan melalui seleksi pemerintah daerah, dan disebut "Multy Entry" karena anak-anak dijemput langsung dari rumah untuk kembali menempuh pendidikan.Di
Sekolah Rakyat, mindset anak-anak diatur ulang untuk fokus belajar. Mereka mendapatkan fasilitas lengkap, mulai dari seragam, makanan, tempat tidur layak, alat kebersihan, hingga proses belajar mengajar yang terstruktur.
Baca Juga: Desakan Mundur Menguat, Kapolri Listyo Sigit: Tidak Menyelesaikan Masalah "Tantangan terbesar awalnya adalah adaptasi dengan sistem boarding school. Anak-anak tidak boleh menggunakan gadget sama sekali dan kegiatan harian diatur mulai bangun jam 4 pagi hingga tidur jam 9 malam. Banyak yang menangis di awal, namun perlahan mulai terbiasa," ujar Juli Zega, Wali Asuh
Sekolah Rakyat Padangsidimpuan.
Sekolah Rakyat tidak hanya memberi pendidikan, tetapi juga memberi harapan dan kesempatan bagi anak-anak kurang mampu untuk meraih masa depan lebih baik. Dengan program ini, mereka dapat kembali meniti cita-cita dan membangun masa depan yang layak.*