MEULABOH — Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (
Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah
Muhammadiyah (PWM)
Aceh, Dr. Iskandar Muda Hasibuan, menegaskan bahwa
sekolah Muhammadiyah harus menjadi pilar utama dalam membangun peradaban manusia yang beriman, cerdas, dan berkeadaban.Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan dan peninjauan langsung ke lokasi revitalisasi
sekolah Muhammadiyah di
Meulaboh,
Aceh Barat, pada Rabu, 24 September 2025.Kegiatan tersebut dihadiri oleh para kepala
sekolah Muhammadiyah dari jenjang PAUD hingga SMA, pengurus PDM
Aceh Barat, Majelis
Dikdasmen dan PNF PDM, serta Ketua PW Aisyiyah
Aceh beserta jajaran.
Baca Juga: H. Rusydi Nasution Resmi Buka MASTA KOLOSAL IMM UMTS Tapanuli Selatan "Sekolah bukan sekadar tempat belajar, tetapi pusat pembentukan manusia berkarakter, berpengetahuan, dan berbudaya. Di sinilah nilai moral, keterampilan, dan inovasi ditanamkan untuk diwariskan," ujar Dr. Iskandar di hadapan para peserta kunjungan.Ia menekankan bahwa tujuan utama
pendidikan bukan hanya untuk mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk manusia yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.Menurutnya,
pendidikan berkualitas adalah motor penggerak lahirnya pemimpin, pemikir, dan pelaku perubahan yang menjaga keberlanjutan budaya sekaligus mendorong kemajuan peradaban."Dengan
pendidikan yang bermutu, kita bisa menciptakan generasi yang tidak hanya memelihara warisan peradaban, tetapi juga menciptakan inovasi baru. Ini menjadi jalan strategis memperkuat identitas bangsa dan daya saing global," imbuhnya.Lebih lanjut, Dr. Iskandar menyinggung sejarah panjang
Muhammadiyah yang sejak berdiri pada tahun 1912 telah berkomitmen dalam gerakan tajdid (pembaharuan) untuk menciptakan masyarakat berkemajuan melalui
pendidikan, kesehatan, dakwah, dan pemberdayaan sosial.