SOLO – Pemerintah Kota
Solo membuka program
ekstrakurikuler berbasis
gim Roblox untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan ini digelar di
Solo Technopark sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran berbasis
teknologi yang lebih menyenangkan dan kreatif.Kegiatan ini memicu perdebatan di kalangan pendidik dan pengamat
pendidikan, termasuk dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Baca Juga: PAUD Resmi Masuk Program Wajib Belajar 13 Tahun, Ini Alasannya Menteri Abdul Mu'ti menyatakan bahwa penggunaan
gim dalam proses belajar mengajar masih menimbulkan pro dan kontra di dunia
pendidikan."Soal game itu sudah jadi kajian klasik dalam dunia
pendidikan. Ada yang pro, ada yang kontra," ujar Mu'ti saat ditemui di Kantor Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (21/9/2025).Mu'ti mengakui bahwa
teknologi modern seperti
gim dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran, selama benar-benar mendukung tujuan
pendidikan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tidak semua media
digital cocok digunakan untuk semua mata pelajaran."Prinsip saya, media yang berbasis
teknologi maju bisa digunakan, selama dia mendukung pembelajaran," ujarnya.