ACEH BARAT – Suasana haru menyelimuti Sekolah Dasar Negeri (SDN) Paya Baro, Kecamatan Meureubo, Kabupaten
Aceh Barat, ketika para siswa dan siswi menangis histeris mendengar rencana
pemerintah daerah untuk menutup
sekolah mereka. Ketakutan mereka bukan tanpa alasan, jika
sekolah benar-benar ditutup, mereka harus menempuh jarak hingga lima kilometer ke
sekolah terdekat, melewati medan berat berupa jalan berbatu, perkebunan sawit, dan kawasan hutan.Pemerintah Kabupaten
Aceh Barat memang berencana menutup sedikitnya tujuh
sekolah dasar, termasuk
SDN Paya Baro, dengan alasan jumlah siswa tidak memenuhi standar nasional.
Baca Juga: 211 Anggota DPR Tak Ungkap Latar Belakang Pendidikan, Perludem Soroti Minimnya Transparansi Pemilu Saat ini,
SDN Paya Baro hanya memiliki 24 murid aktif yang tersebar dari kelas 1 hingga kelas 6."Kami sangat berharap
sekolah ini tidak ditutup. Anak-anak di sini sangat membutuhkan
pendidikan," ujar Iyusmidar Arif, salah satu guru di
SDN Paya Baro, Sabtu (20/9/2025).Meskipun kondisi
sekolah jauh dari ideal, semangat belajar para siswa tetap tinggi. Sekolah ini hanya memiliki tiga ruang kelas, yang kemudian disekat menggunakan tripleks agar bisa digunakan menjadi enam kelas.Rincian jumlah siswa saat ini adalah: