JAKARTA– Kementerian Transmigrasi menargetkan 2.000 peserta terpilih untuk menerima Beasiswa Patriot pada tahun 2026.
Program ini ditujukan bagi mahasiswa yang berkomitmen mendukung program transmigrasi sambil melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana hingga doktoral, baik di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.
Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan bahwa program beasiswa ini bukan hanya sekadar dukungan pendidikan, tetapi juga merupakan upaya strategis dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul yang akan menjadi pemimpin dan penggerak pembangunan di wilayah transmigrasi.
"Program ini bertujuan untuk mendidik dan memberdayakan generasi pemimpin baru yang akan mengembangkan dan mengelola daerah transmigrasi dengan visi dan integritas tinggi," ujar Iftitah saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (11/6).
Para penerima beasiswa nantinya memiliki tanggung jawab untuk kembali ke daerah transmigrasi guna mendampingi dan memberdayakan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki, seperti sektor pertanian, sumber daya alam, budaya, hingga pengembangan infrastruktur.
Program ini juga akan didukung oleh Tim Ekspedisi Patriot yang mulai diterjunkan ke sejumlah daerah transmigrasi pada akhir 2025.
Tim tersebut terdiri dari akademisi dan sarjana dari tujuh perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Adapun perguruan tinggi yang bergabung dalam Ekspedisi Patriot adalah:
- Institut Teknologi Bandung (ITB)
- IPB University
- Universitas Gadjah Mada (UGM)