SEMARANG- Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor urut 1, Hendrar Prihadi (Hendi), menyampaikan pesan penutup yang penuh makna dalam debat Pilkada Jateng 2024 yang diselenggarakan pada Minggu, 10 November. Hendi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbicara tentang peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada hari itu, serta mengajak masyarakat Jateng untuk merenungkan perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia.
Hendi membuka closing statement-nya dengan mengenang pertempuran bersejarah di Surabaya yang menjadi salah satu tonggak perjuangan Indonesia melawan penjajah. Dia menyebutkan sejumlah tokoh pahlawan yang ikut berjuang dalam pertempuran tersebut, antara lain Bung Tomo, Mayor Jenderal Mangoendiprodjo, Mayor Jenderal Moestopo, dan Mayor Jenderal Soengkono. Menurut Hendi, para pahlawan tersebut telah memberikan kontribusi besar bagi kemerdekaan bangsa Indonesia.
“Pertempuran di Surabaya melahirkan banyak pahlawan yang kita kenal hingga sekarang. Tokoh-tokoh seperti Bung Tomo dan sejumlah jenderal yang berperang dengan gigih melawan penjajah, mereka adalah teladan bagi kita semua,” ujar Hendi dengan penuh semangat.
Tak hanya itu, Hendi juga menyoroti peran elemen masyarakat lainnya yang ikut serta dalam perjuangan melawan penjajah, termasuk fatwa Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim Asy’ari, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Fatwa tersebut, menurut Hendi, merupakan salah satu faktor penting yang memicu pergerakan rakyat Indonesia untuk bersatu melawan penjajah.
“Fatwa Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim Asy’ari menjadi titik balik bagi perjuangan rakyat Indonesia. Ini adalah bagian dari semangat persatuan yang menggerakkan kita hingga hari ini,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Hendi juga menyampaikan rasa syukur atas kehadiran cucu dari KH Hasyim Asy’ari, Umar Wahid, yang hadir langsung dalam debat sebagai Ketua Tim Pemenangan Pasangan Andika-Hendi. Umar Wahid, yang juga merupakan adik kandung Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), turut memberikan dukungan moral yang kuat bagi pasangan calon ini.
“Alhamdulillah, cucu dari KH Hasyim Asy’ari, Gus Umar Wahid, hadir dan menjadi bagian dari tim pemenangan kami. Ini merupakan bentuk dukungan yang sangat berarti bagi kami,” ungkap Hendi.
Mengakhiri statement-nya, Hendi mengutip kata-kata bijak dari Proklamator RI, Sukarno, yang mengatakan bahwa perjuangan masa kini jauh lebih berat dibandingkan dengan perjuangan melawan penjajah. Hendi menekankan pentingnya semangat kepemimpinan yang berlandaskan pada nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan untuk menghadapi tantangan pembangunan Jawa Tengah ke depan.
“Seperti yang pernah dikatakan Bung Karno, ‘perjuangan kita sekarang lebih berat’. Oleh karena itu, kita harus menjaga semangat kepemimpinan yang selalu mengutamakan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Sebagai motivator kami, Mas Bambang Pacul, selalu mengingatkan untuk memegang teguh prinsip Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangungkarso, Tut Wuri Handayani,” pungkas Hendi.
Debat Pilkada Jateng 2024 yang disiarkan langsung oleh KPU Jateng ini menampilkan berbagai gagasan dari para calon gubernur dan wakil gubernur mengenai isu-isu utama yang dihadapi provinsi tersebut. Masyarakat Jateng kini dihadapkan pada pilihan-pilihan penting yang akan menentukan arah pembangunan dan kesejahteraan mereka di masa depan.(JOHANSIRAIT)