Ridha Dharmajaya Kritik Kepemimpinan Medan: Kurangnya Perhatian pada Kemanusiaan dan Kesehatan Preventif

BITVonline.com - Sabtu, 16 November 2024 15:35 WIB

MEDAN- Calon Walikota Medan dari PDIP, Ridha Dharmajaya, dalam debat kedua yang digelar di Grand Mercure, Kota Medan, Sabtu (16/11/2024), mengkritik keras kepemimpinan kota yang sudah berjalan selama lima tahun terakhir. Ridha menilai, pemerintahan yang dipimpin oleh Bobby Nasution kurang peduli dengan isu-isu kemanusiaan, terutama dalam hal pelayanan kesehatan, pengangguran, dan fasilitas publik yang tidak memadai.

Pada sesi penyampaian visi misi, Ridha menyinggung program Universal Health Coverage (UHC) yang menjadi andalan Bobby Nasution. Meski mengakui bahwa program UHC memberikan akses kesehatan bagi masyarakat, Ridha menilai ada kekurangan dalam pendekatan tersebut. Ia mengungkapkan, pelayanan kesehatan yang efektif seharusnya tidak hanya fokus pada pengobatan orang sakit, tetapi juga mencegah sakit dengan memperkuat sistem kesehatan masyarakat.

“Saat ini, kita tidak hanya menunggu warga sakit untuk mendapatkan layanan kesehatan. Seharusnya, kita menjaga agar warga tetap sehat. Seperti halnya yang saya temui, Imam, seorang warga yang mengidap penyakit komplikasi. Program UHC memang baik, tetapi kita juga harus memastikan puskesmas-puskesmas bisa memberikan pelayanan yang lebih preventif, bukan hanya untuk orang yang sudah sakit,” ungkap Ridha, merujuk pada pengalaman bertemu dengan seorang pasien.

Ridha menegaskan, puskesmas yang berfungsi dengan baik harus dapat berperan dalam pencegahan penyakit. Ia mencontohkan, jika Imam – yang merupakan seorang anak dengan riwayat keluarga yang menderita diabetes – mendapatkan perhatian medis preventif sejak dini, maka ia tidak akan menjadi korban penyakit tersebut. Dengan demikian, pelayanan kesehatan preventif yang didorong oleh puskesmas menjadi hal yang sangat penting.

“Seandainya Imam memiliki puskesmas yang berfungsi baik, yang mengedepankan pencegahan, maka kita tidak akan memiliki Imam-Imam lainnya yang menderita penyakit komplikasi. Kami ingin menciptakan kota yang sehat, di mana setiap warga memiliki akses untuk menjaga kesehatannya,” ujar Ridha.

Selain mengkritik sektor kesehatan, Ridha juga menyoroti sejumlah masalah sosial yang menurutnya belum mendapat perhatian serius dari pemerintah Kota Medan. Ia menyebutkan tingginya angka pengangguran, masalah banjir yang kerap terjadi, serta fasilitas publik yang tidak ramah terhadap penyandang disabilitas.

“Selama lima tahun ini, kami melihat banyak warga Medan yang semakin kesulitan. Pemimpin kita tidak terlalu peduli pada kemanusiaan. Pengangguran terus meningkat, banjir tak kunjung tertangani, fasilitas publik tidak memadai untuk kaum difabel, dan banyak lagi permasalahan yang masih dibiarkan begitu saja,” kritik Ridha dengan tegas.

Pada akhir penyampaian visi dan misinya, Ridha mengajak masyarakat Medan untuk memilih perubahan. Ia menegaskan, sudah saatnya Kota Medan memiliki pemimpin yang benar-benar peduli terhadap kesejahteraan warganya dan siap menghadapi tantangan-tantangan besar yang ada.

“Apakah kita ingin terus bertahan seperti ini? Tentu saja tidak. Sudah saatnya kita merapatkan barisan dan mewujudkan perubahan nyata di Medan. Pilih nomor 2, pilih perubahan!” tutup Ridha dengan penuh keyakinan.(JOHANSIRAIT)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Pemerintah Terapkan Program MBG Lima Hari Seminggu, Hemat Rp20 Triliun untuk Anggaran Negara

Berita

Pemerintah Terapkan Kebijakan B50: Campuran Biodiesel 50% pada Solar Mulai Juli 2026 untuk Hemat Subsidi Rp48 Triliun

Berita

Seskab Teddy Ajak Masyarakat dan Dunia Usaha Dukung Delapan Butir Transformasi Budaya Kerja

Berita

Bunda PAUD Labusel Gaungkan Gerakan Serentak Masuk PAUD, Tekankan Pentingnya Parenting untuk Generasi Emas

Berita

Prabowo Tiba di Seoul untuk Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Korea Selatan

Berita

Efisiensi Anggaran, Pemerintah Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas ASN hingga 70%