Insiden Pilkada Aceh 2024: Anggota Linmas Meninggal dan Kericuhan di TPS Aceh Utara

BITVonline.com - Minggu, 01 Desember 2024 07:13 WIB

Banda Aceh – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Provinsi Aceh diwarnai sejumlah peristiwa, mulai dari duka meninggalnya seorang anggota Linmas hingga keributan yang terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Berikut rangkuman kejadian penting yang mencuat selama proses pemilihan berlangsung:

Kabar duka datang dari TPS Gampong Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, di mana seorang anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), Agusnadi (33), meninggal dunia usai bertugas.

Kapolsek Banda Raya, Iptu Jumadil Firdaus, mengungkapkan bahwa Agus mulai bertugas pada Rabu (27/11/2024) pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Ia membantu mengamankan TPS sekaligus memindahkan kotak suara dari gudang penyimpanan ke lokasi pemungutan suara.

“Setelah menyelesaikan tugasnya, korban sempat beristirahat di kursi TPS. Namun, saksi di lokasi, Zulbahri, mengira Agus sedang tertidur,” ujar Jumadil, Rabu (27/11).

Warga yang mencoba membangunkan Agus mendapati ia tak merespons. Agus kemudian dibawa ke musala terdekat sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, pihak medis menyatakan Agus telah meninggal dunia.

“Menurut keterangan saksi, korban tampak dalam keadaan sehat sejak pagi. Dugaan awal, kelelahan mungkin menjadi faktor penyebab,” kata Jumadil.

Keributan sempat terjadi di TPS Desa Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, pada hari yang sama. Peristiwa ini terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial, memperlihatkan seorang pria membuat kekacauan hingga memicu aksi saling dorong di dalam TPS.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, menjelaskan bahwa kericuhan tersebut dipicu oleh fanatisme pelaku. “Ini hanya masalah fanatisme. Pelaku langsung ditangani oleh petugas TNI dan Polri yang berjaga di lokasi,” kata Henki.

Tak hanya di Desa Tambon Baroh, insiden serupa terjadi di TPS Desa Blang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Seorang pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan melakukan aksi menendang kotak suara sebelum proses pemungutan dimulai.

“Kejadian ini terjadi sebelum pemungutan suara dimulai. Pelaku merasa kesal dengan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Namun, kejadian ini tidak sampai mengganggu jalannya proses pemilu,” terang Henki.

Di tengah berbagai insiden tersebut, pengamanan yang dilakukan petugas TNI-Polri di seluruh wilayah Aceh dinilai berjalan optimal. Pengamanan ketat dilakukan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Pilkada 2024 di Aceh yang dikenal memiliki dinamika politik yang cukup tinggi.

Meski sempat diwarnai insiden, harapan tetap disampaikan agar pelaksanaan Pilkada di Aceh dapat menjadi momentum konsolidasi demokrasi yang lebih matang. Masyarakat diharapkan tetap menjaga ketertiban dan mempercayakan setiap proses penghitungan suara kepada pihak berwenang.

(JOHANSIRAIT)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

PSI Buka Suara soal Laporan terhadap Jusuf Kalla: 1000 Persen Jokowi Tak Terlibat!

Berita

Pemerintah Tetapkan Kriteria Penerima Program Bedah Rumah BSPS, Ini Syarat Lengkapnya

Berita

IHSG Tembus 7.634, Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp 13.635 Triliun

Berita

JK Tegaskan Tak Serang Jokowi: Saya Hanya Beri Nasihat, Sudah Dua Tahun Publik Terbelah Gara-Gara Isu Ijazah

Berita

Megawati Kerap Didatangi Dubes Negara Sahabat, Ini Kata Hasto

Berita

Sengketa Tanah Abang Memanas, Tiga Pihak Klaim Lahan 4,3 Hektare