Rokan Hulu – Kapolres Rokan Hulu (Rohul), AKBP Budi Setiyono, memimpin apel gabungan dalam rangka Operasi Mantap Praja Lancang Kuning 2024. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan pengamanan pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara tingkat Kabupaten Rokan Hulu. Dalam kesempatan tersebut, AKBP Budi menegaskan bahwa pengamanan akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tempat pemungutan suara (TPS) hingga ke tahapan pleno di tingkat kabupaten.
Apel gabungan digelar di Lantai II Hotel Sapadia, Pasir Pangaraian, Kecamatan Rambah, dan dihadiri sejumlah pejabat dari berbagai instansi. Tampak hadir Danramil Rambah Kodim 0313/KPR Kapten Inf Alza Septendi, pejabat utama (PJU) Polres Rohul, perwira Polres Rohul, serta perwakilan Satpol PP Rokan Hulu, Afrizal.Dalam arahannya, Kapolres AKBP Budi Setiyono menjelaskan pentingnya penempatan personel di lokasi strategis untuk mengantisipasi segala bentuk gangguan yang mungkin terjadi selama proses rekapitulasi.
“Kami menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara bertahap, mulai dari TPS dan PPK hingga rapat pleno di tingkat kabupaten. Penempatan personel harus tepat dan strategis untuk mengantisipasi potensi aksi spontan dari massa pendukung pasangan calon,” ujar AKBP Budi pada Selasa (3/12/2024).Beliau juga meminta agar semua personel melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan mengedepankan koordinasi antar satuan. Setiap perwira pengendali diminta memastikan kelancaran pelaksanaan pengamanan di wilayah tugas masing-masing.”Kegiatan pengamanan dibagi dalam dua tahap, yaitu saat pembukaan dan selama pelaksanaan rapat pleno terbuka. Dengan koordinasi yang baik, kami optimistis proses ini berjalan lancar,” imbuhnya.
Untuk pengamanan pleno terbuka, Polres Rokan Hulu mengerahkan ratusan personel dari berbagai instansi, meliputi:
TNI: 30 personelBrimob: 60 personelPolri: 146 personelSatpol PP: 30 personelDinas Kesehatan: 2 orang
Seluruh personel telah diarahkan untuk menjaga keamanan dengan pendekatan preventif dan persuasif.
Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi Tactical Floor Game (TFG) yang dipimpin langsung oleh AKBP Budi Setiyono. Simulasi ini bertujuan memberikan panduan teknis kepada perwira pengendali dalam menjalankan tugas pengamanan selama rapat pleno berlangsung.”TFG ini penting agar seluruh personel memahami alur pengamanan, termasuk prosedur dalam menghadapi situasi tak terduga. Kami ingin memastikan semua skenario pengamanan terencana dengan baik,” ujar Kapolres.Selain kekuatan internal Polri, pengamanan rapat pleno juga melibatkan TNI, Satpol PP, dan tim kesehatan. Dukungan ini dinilai sangat penting untuk memastikan kelancaran pelaksanaan pleno rekapitulasi suara hingga selesai.Pihak Polres Rohul berharap seluruh proses penghitungan suara dan rapat pleno terbuka dapat berlangsung aman, tertib, dan damai.
(JOHANSIRAIT)