JAKARTA – Musisi dangdut legendaris yang dikenal sebagai Raja Dangdut, Rhoma Irama, menginterupsi calon presiden nomor urut 01, Anies Baswedan, yang tengah memberikan orasi untuk membahas nasib seniman musik dan film Indonesia. Dalam interupsi tersebut, Rhoma menyampaikan kegelisahannya karena budaya dari negara asing semakin populer di Indonesia, sementara sumber daya seni di Indonesia masih belum mampu menghasilkan devisa yang memadai.
Pada acara “Desak & Slepet AMIN” edisi ojol dan buruh yang diikuti secara daring di Jakarta pada Senin, 29 Januari, Rhoma Irama menyoroti permasalahan tersebut untuk mendesak pemerintah agar memberikan perhatian lebih serius terhadap nasib para seniman musik dan film di Indonesia.
https://youtu.be/xXz0-PEgFSE
Dalam tanggapannya terhadap interupsi Rhoma Irama, Anies Baswedan menyatakan kesetujuannya dengan kekhawatiran yang disampaikan. Dia menjanjikan bahwa pihaknya akan mengusung program investasi besar-besaran di bidang kebudayaan, yang meliputi unsur kesenian, sebagai langkah untuk mendukung pengembangan dan keberlanjutan budaya Indonesia.
(A/08)