JAKARTA – Dalam konteks debat terakhir Pilpres 2024, calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, mengangkat isu penting terkait dengan skema penyelenggaraan bantuan sosial (bansos) di Indonesia. Dengan nada kritik, Anies menyindir pemerintah saat ini atas ketidakefektifan dalam memberikan bansos kepada masyarakat yang membutuhkan. Salah satu sorotan yang dilontarkan adalah tentang cara pemberian bansos di pinggir jalan, yang menurutnya tidak layak dan kurang menghormati martabat penerima bantuan.
Anies juga menekankan pentingnya negara dalam menangani bansos dengan lebih baik, dengan mengusulkan agar bansos diberikan dengan label yang mengidentifikasi bahwa itu adalah hasil dari uang pajak rakyat, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu. Ia berpendapat bahwa bansos seharusnya disalurkan dengan lebih transparan dan bertanggung jawab, sehingga masyarakat dapat melihat bahwa bantuan tersebut memang diperuntukkan bagi mereka yang membutuhkan.
Sebagai alternatif untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan bansos, Anies menjanjikan perubahan dari pemberian bansos dalam bentuk barang menjadi bantuan tunai. Dengan demikian, bantuan dapat langsung ditransfer ke rekening penerima yang membutuhkan, memberikan lebih banyak fleksibilitas dan kepastian kepada penerima dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka.
Dengan pernyataan dan janji-janjinya, Anies Baswedan menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan bansos demi kesejahteraan rakyat Indonesia. Pengusulan perubahan dalam skema penyelenggaraan bansos yang lebih transparan, efisien, dan menghormati martabat penerima, menunjukkan bahwa Anies memiliki visi yang jelas untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan keadilan bagi seluruh masyarakat.
(A/08)