JAKARTA – Dalam suasana yang membara dan penuh semangat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta pada Sabtu (10/2/2024), Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 2, memimpin kampanye akbar yang diselenggarakan bersama pasangan calon wakil presiden, Gibran Rakabuming. Namun, tengah berorasi dengan penuh karisma dan energi, Prabowo tiba-tiba menghentikan pidatonya. Pertanyaannya pun muncul: mengapa?
Sebelumnya, Prabowo dengan penuh rasa hormat telah menyapa sejumlah tokoh penting yang hadir dalam acara tersebut. Diantaranya adalah Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), hingga Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kehadiran mereka memberikan nuansa tersendiri dalam kampanye tersebut.
Namun, Prabowo tidak lupa akan keadaan pendukungnya yang setia hadir dalam acara tersebut. Dia terhenti sejenak dari orasinya, meminta panitia untuk menyiramkan air kepada para pendukung yang terasa kepanasan di tengah kerumunan di dalam SUGBK. Tindakan tersebut mencerminkan perhatian dan kepedulian Prabowo terhadap kenyamanan dan kesejahteraan para pendukungnya.
Dalam sikap yang sangat manusiawi, Prabowo juga mengimbau para pendukung yang merasa tidak kuat berdiri dalam kepanasan untuk keluar dari area SUGBK. Dia mengajak mereka untuk beristirahat di luar stadion dan bergantian dengan pendukung lainnya yang berada di luar. Tindakan ini menunjukkan bahwa Prabowo tidak hanya memikirkan kepentingan politik semata, tetapi juga kesejahteraan dan kenyamanan para pendukungnya.
Dengan sikap yang begitu peduli terhadap pendukungnya, Prabowo Subianto sekali lagi menunjukkan bahwa dia adalah pemimpin yang memahami dan menghargai rakyatnya. Gaya kepemimpinannya yang humanis dan responsif menjadi daya tarik tersendiri bagi pendukungnya, memperkuat hubungan emosional antara pemimpin dan rakyatnya.
(A/08)