Kubu Amin Duga Sistem KPU Dirancang Memenangkan Paslon Tertentu

BITVonline.com - Jumat, 16 Februari 2024 11:51 WIB

JAKARTA – Kubu calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin (AMIN), menyampaikan dugaan terkait manipulasi data algoritma di dalam sistem Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diduga telah diatur untuk memenangkan salah satu pasangan calon (paslon). Analisis kajian IT forensik yang dilakukan oleh Tim Pemenangan Nasional (Timnas) Anies-Muhaimin mengungkapkan indikasi kuat terhadap adanya manipulasi tersebut.

Menurut Anggota Tim Dewan Pakar Timnas Anies-Muhaimin, Bambang Widjojanto (BW), hasil analisis forensik terhadap server KPU menunjukkan adanya logaritma sistem yang diduga telah disetel untuk memenangkan paslon tertentu. Dengan adanya sistem ini, revisi data di satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) dapat berdampak pada data TPS lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa bukan hanya pencatatan angka suara yang terpengaruh, tetapi sistem secara keseluruhan yang telah diatur sedemikian rupa.

Bambang juga menyebutkan adanya indikasi kuat terhadap manipulasi data untuk meningkatkan perolehan suara secara otomatis di atas 50 persen. Hal ini diperkuat dengan temuan kecurangan yang terjadi di beberapa wilayah. Sebagai contoh, terdapat dugaan mark up perolehan suara pada formulir C1 di salah satu TPS di DKI Jakarta. Meskipun angka suara yang tercatat pada formulir C1 menunjukkan hasil yang berbeda, namun saat konversi data ke dalam Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap), jumlah suara paslon Prabowo-Gibran tiba-tiba meningkat secara signifikan.

Bambang menegaskan bahwa temuan ini bukan sekadar kesalahan penulisan, melainkan indikasi kuat terhadap adanya rekayasa dalam sistem IT KPU. Hal ini menunjukkan bahwa jika sistem tersebut tidak mengalami rekayasa tertentu, maka kesalahan semacam itu sulit terjadi.

Dugaan manipulasi data dalam sistem KPU menimbulkan kekhawatiran akan integritas dan kejujuran dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Kubu Anies-Muhaimin menekankan pentingnya transparansi dan keadilan dalam proses pemilu, serta mendesak pihak terkait untuk menyelidiki dan menanggapi serius temuan tersebut demi menjaga demokrasi yang sehat dan akuntabel.

 

(FZ/011)

 

 

 

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Longsor 30 Meter Tutup Jalinsum Taput-Tapsel, Akses Kendaraan Lumpuh Total

Berita

BGN Buka Akses Validasi Data MBG, Publik Bisa Cek Penerima Makan Bergizi Gratis

Berita

Terbukti Bersalah, Ammar Zoni Divonis 7 Tahun dan Denda Rp1 Miliar

Berita

Indonesia–Filipina Sepakat Perkuat Kerja Sama Strategis, dari Ekonomi hingga Pertahanan

Berita

Target Ambisius 2027, Mualem Ingin Kemiskinan Turun dan Infrastruktur Diperkuat

Berita

Energi Hijau RI Jadi Magnet Investor Asing, BKPM Ungkap Minat Terus Meningkat