JAKARTA -Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, berhasil memperoleh suara terbanyak di Sulawesi Selatan. Dalam pengumuman yang dibacakan oleh Ketua KPU Sulsel, Hasbullah, pada rapat rekapitulasi nasional panel B di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2024), pasangan ini berhasil mengungguli dua lawannya, yaitu pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud Md. Prabowo-Gibran berhasil meraih 3.010.726 suara.
Perolehan suara tersebut menjadikan Prabowo-Gibran sebagai pemenang di Sulawesi Selatan, mengalahkan pesaingnya dengan perolehan suara yang signifikan. Pasangan Anies-Cak Imin memperoleh 2.003.081 suara, sedangkan pasangan Ganjar-Mahfud hanya mendapatkan 265.948 suara.
Rapat rekapitulasi dihadiri oleh para saksi dari masing-masing pasangan calon dan partai politik, serta Bawaslu, yang dipimpin oleh Komisioner KPU RI, Mochamad Afifuddin.
Jumlah surat suara sah yang terhitung mencapai 5.374.353, terdiri dari 5.279.755 surat suara sah dan 94.598 surat suara tidak sah.
Hasil ini memberikan gambaran yang jelas tentang preferensi pemilih di Sulawesi Selatan, yang memberikan dukungan yang kuat kepada pasangan Prabowo-Gibran dalam Pilpres kali ini. Dengan demikian, pasangan ini menunjukkan popularitas dan dukungan yang signifikan di wilayah tersebut.
Hasil ini juga menjadi penanda penting dalam dinamika politik nasional, di mana setiap daerah memiliki karakteristik dan preferensi pemilih yang berbeda-beda. Dengan demikian, pengamatan terhadap perolehan suara di setiap wilayah menjadi penting dalam menganalisis hasil Pilpres secara keseluruhan.
Perolehan suara Prabowo-Gibran yang signifikan di Sulawesi Selatan juga dapat dijadikan sebagai pijakan bagi pasangan tersebut dalam menjalani perjalanan politiknya, dengan memperhitungkan dukungan yang mereka peroleh dari wilayah-wilayah lain di Indonesia.
Seiring dengan proses rekapitulasi nasional yang sedang berlangsung, hasil ini memberikan gambaran awal yang kuat tentang dinamika politik di tingkat lokal dan nasional, serta potensi arah pemerintahan yang akan datang di tingkat nasional.
Dengan demikian, pengamatan terhadap perolehan suara di setiap wilayah menjadi penting dalam menganalisis hasil Pilpres secara keseluruhan, dan Prabowo-Gibran akan terus memperhitungkan dukungan yang mereka peroleh dari berbagai daerah untuk memperkuat posisi politik mereka di tingkat nasional.
(K/09)