Syaiful Huda dari PKB Merespons Sindiran AHY Terkait Koalisi

BITVonline.com - Minggu, 24 Maret 2024 07:24 WIB

Warning: getimagesize(): SSL operation failed with code 1. OpenSSL Error messages: error:0A000438:SSL routines::tlsv1 alert internal error in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(): Failed to enable crypto in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://bitvonline.com/cdn/uploads/images/2024/03/syaiful-huda_169.jpeg): Failed to open stream: operation failed in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u604751480/domains/bitvonline.com/public_html/amp/detail.php on line 172

JAKARTA  – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syaiful Huda, memberikan tanggapannya terhadap sindiran Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang menyebut tempat lama hancur lebur. Huda menilai sindiran tersebut sebagai upaya AHY untuk mencari alasan atas penurunan jumlah kursi Partai Demokrat di DPR.

“Dalam pandangan saya, itu hanya merupakan alibi dari AHY semata. Secara kepartaian, memang terjadi penurunan cukup signifikan dalam jumlah kursi yang dialami oleh Partai Demokrat. Kehilangan 10 kursi adalah fakta yang cukup menggambarkan situasi sebenarnya,” ujar Huda dalam keterangan kepada wartawan, Minggu (24/3/2023).

Huda menekankan bahwa partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan justru mengalami kenaikan jumlah kursi di DPR. Dengan demikian, menurutnya, penyebutan bahwa koalisi tersebut hancur lebur adalah salah alamat.

“Dalam kenyataannya, di dalam Koalisi Perubahan, terjadi kenaikan yang signifikan. PKB mengalami peningkatan 10 kursi, NasDem juga 10 kursi, serta PKS dengan peningkatan 3 kursi. Jadi, saya tidak tahu siapa yang dimaksud dengan hancur leburnya koalisi tersebut,” ungkap Huda.

Ia menambahkan bahwa AHY kemungkinan menyampaikan pernyataan tersebut tanpa mempertimbangkan secara objektif situasi politik yang sebenarnya. Terlebih lagi, menurut Huda, Partai Demokrat baru saja bergabung ke dalam pemerintahan setelah 10 tahun menjadi oposisi.

“Mungkin AHY masih terkejut atas keputusannya untuk bergabung dengan koalisi pemerintahan. Karena itu, ia mungkin tidak melihat secara objektif kondisi politik yang sebenarnya. Faktanya, hal tersebutlah yang terjadi,” jelasnya.

Huda juga menegaskan bahwa wajar jika ada partai yang telah menerima hasil pemilu presiden. Ia menegaskan bahwa PKB, NasDem, dan PKS telah merasakan berkah dalam mengusung perubahan dalam pemilu kali ini.

“Masuknya AHY ke dalam pemerintahan memang menjadi momen yang mengejutkan bagi kami, dan mungkin itu membuatnya kehilangan objektivitas dalam melihat politik. Namun, kami tetap merasakan berkah di dalam Koalisi Perubahan,” tambahnya.

Huda juga menilai bahwa salah satu alasan turunnya kursi Partai Demokrat adalah inkonsistensi dalam sikap partai tersebut. Ia menegaskan bahwa jika Partai Demokrat bergabung dengan Koalisi Perubahan, maka akan mendapatkan keuntungan yang sama.

“Dalam hal ini, saya menggunakan logika yang sama. Ketika Partai Demokrat berada di Koalisi Pemerintahan 02, terjadi penurunan kursi. Logika yang sama berlaku jika Demokrat tetap dalam barisan Koalisi Perubahan, mereka akan mendapatkan keuntungan yang sama,” pungkasnya.

Dengan demikian, tanggapan Syaiful Huda menyoroti dinamika politik pasca-pemilu dan upaya partai-partai untuk menjelaskan perubahan yang terjadi dalam penyaluran aspirasi masyarakat melalui parlemen.

(AS)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

TNI Usut Dugaan Keterlibatan Prajurit dalam Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

Berita

Jokowi Terima Permohonan Restorative Justice Rismon, Tapi Ada Syarat: Pemulihan Nama Baik

Berita

Isu Penerbangan Internasional Dihentikan, Kemenhub: Tidak Benar, Maskapai Terus Beroperasi

Berita

Komisi X DPR: Efisiensi Anggaran Saat Ini Penting, Pastikan Pendidikan Tak Tersentuh Pemangkasan

Berita

Antisipasi Dampak Krisis Energi Global, BGN Efisiensi Anggaran Tanpa Pangkas Program MBG

Berita

Relawan David Pajung Apresiasi Permintaan Maaf Rismon Sianipar, Sebut Jokowi Berjiwa Besar