Agus Gumiwang Gantikan Airlangga Jadi Plt Ketum Golkar?

BITVonline.com - Minggu, 11 Agustus 2024 06:17 WIB

JAKARTA –Isu mengenai kemungkinan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Golkar, menggantikan Airlangga Hartarto, mendapat tanggapan resmi dari Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar, Nurdin Halid. Menurut Nurdin, hingga saat ini belum ada kesepakatan resmi mengenai penggantian tersebut dan prosesnya harus melalui rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

“Belum ada keputusan mengenai Plt Ketua Umum. Penunjukan Plt harus melalui rapat pleno DPP. Jadi, saat ini belum ada keputusan atau jadwal untuk rapat pleno DPP,” jelas Nurdin Halid saat dihubungi pada Minggu (11/8/2024). Pernyataan ini menjelaskan bahwa spekulasi mengenai Agus Gumiwang menggantikan Airlangga Hartarto sebagai Plt Ketua Umum Partai Golkar masih jauh dari kepastian.

Isu ini muncul setelah kabar bahwa Airlangga Hartarto mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada Sabtu malam, 10 Agustus 2024. Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa keputusan resmi mengenai pengunduran diri Airlangga akan diumumkan dalam rapat pleno yang dijadwalkan pada Selasa, 13 Agustus 2024. Namun, konfirmasi dari pihak partai masih belum diterima secara resmi.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Dito Ariotedjo, sebelumnya juga mengisyaratkan bahwa keputusan Airlangga Hartarto untuk mundur mungkin berkaitan dengan keinginan beliau untuk fokus pada isu-isu pemerintahan dan tantangan ekonomi yang semakin kompleks di tingkat nasional dan global. “Kita tunggu ya resminya. Mungkin karena akan fokus di pemerintahan dan tantangan ke depan terkait ekonomi nasional dan global semakin banyak dan kompleks,” kata Dito Ariotedjo ketika ditanya mengenai kabar pengunduran diri tersebut.

Dalam konteks ini, penunjukan Plt Ketua Umum menjadi langkah penting bagi Partai Golkar untuk memastikan kelancaran kepemimpinan dan strategi partai ke depan. Nurdin Halid menekankan bahwa segala keputusan mengenai penggantian pimpinan partai harus melalui prosedur resmi dan disetujui dalam rapat pleno DPP. Hal ini untuk memastikan bahwa proses penggantian pimpinan dilakukan dengan transparansi dan sesuai dengan mekanisme partai.

Seiring dengan ketidakpastian ini, Partai Golkar menghadapi tantangan besar menjelang Pilkada 2024, termasuk penentuan calon yang tepat untuk berbagai daerah. Kabar mengenai potensi penggantian Airlangga Hartarto oleh Agus Gumiwang, meski belum dikonfirmasi, menunjukkan betapa dinamisnya situasi politik internal Partai Golkar saat ini.

Sementara itu, kabar mengenai pengunduran diri Airlangga Hartarto dan proses penunjukan Plt Ketua Umum akan menjadi fokus perhatian dalam rapat pleno mendatang. Proses ini akan menentukan arah dan strategi Partai Golkar ke depan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan politik dan pemilihan calon di Pilkada 2024.

(N/014)

Editor
:
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pemerintahan

Tanpa APBN, RI Gandeng Swasta untuk Storage Minyak Cadangan Nasional

Pemerintahan

Prabowo Targetkan Pembangkit Tenaga Surya 100 GW sebagai Upaya Ketahanan Energi

Pemerintahan

KPK Dalami Dugaan Ketum Pemuda Pancasila Terima Jatah Bulanan dari Pengamanan Tambang

Pemerintahan

Menkomdigi Minta Orang Tua Batasi Penggunaan Gadget Anak Selama Libur Lebaran

Pemerintahan

Realisasi Anggaran MBG Capai Rp 44 Triliun, 61,62 Juta Penerima Tersentuh Program Makan Bergizi Gratis

Pemerintahan

252 SPPG di Sumut Dihentikan Sementara, Bobby Nasution Dukung Langkah BGN